Jakarta – Potensi perdagangan internasional bagi pelaku usaha di Indonesia terus menunjukkan grafik positif. Data Kementerian Perdagangan mencatat komoditas unggulan non migas terus mengalami lonjakan. Provinsi seperti Jawa Barat, Sulawesi Tengah, dan Jawa Timur menjadi salah satu kontributor terbesar dalam pengiriman barang ke luar negeri. Hal tersebut disampaikan oleh Irman Adi P. M. dari Kementerian Perdagangan pada kegiatan Gelar Wicara Langkah Cerdas UMKM Memulai Ekspor pada Jumat (23/10).
Agar produk lokal berhasil menembus dan bertahan di pasar internasional, memiliki pasar saja tidak cukup. Adi Daen dari Kementerian UMKM mengungkapkan bahwa para pelaku usaha perlu perencanaan matang mulai dari pemetaan negara tujuan, analisis pesaing, penetapan harga yang memperhitungkan bea masuk dan logistik, hingga pemilihan saluran distribusi yang tepat.
Sedangkan Abdul Rahman, Direktur Tindakan Karantina Tumbunan, Deputi Bidang Karantina Tumbuhan, Badan Karantina Indonesia (Barantin) menyampaikan bahwa para pelaku UMKM yang ingin memulai langkah menjadi eksportir, ia merumuskan 5 langkah praktis yang wajib diterapkan:
Pertama Tentukan Pasar: Pelajari potensi target negara dan pahami ketentuan fitosanitari yang berlaku di negara tujuan.
Kedua Pastikan Kualitas: Jaga mutu dan kebersihan produk agar bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) serta kontaminan sesuai standar internasional.
Ketiga Periksa Persyaratan: Identifikasi regulasi khusus, perlakuan produk jika diperlukan, dan kelengkapan dokumen resmi.
Keempat Ajukan Layanan: Siapkan seluruh dokumen pendukung dan ajukan permohonan sertifikasi melalui sistem karantina yang berlaku.
Kelima Jaga Konsistensi: Pertahankan kepatuhan pengiriman, ketertelusuran (traceability), dan standar kualitas secara berkelanjutan untuk menjaga kepercayaan pembeli.
"Dengan menerapkan strategi pemasaran yang tepat dan memenuhi regulasi karantina secara konsisten, untuk produk hewan, ikan, dan tumbuhan lokal Indonesia pasti berpeluang besar untuk bersaing dan menguasai pasar global," pungkas Rahman.


