Bogor – Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Abdul Kadir Karding menegaskan pentingnya penguatan organisasi, kepemimpinan, dan kolaborasi dalam membangun sektor pertanian Indonesia yang berdaya saing. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pemateri pada kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Tani Merdeka Indonesia di Bogor, Jumat (15/5).
Dalam paparannya, Karding menekankan bahwa organisasi bukan sekadar struktur kepengurusan, melainkan wadah perjuangan untuk mewujudkan cita-cita besar bersama. Menurutnya, petani yang terorganisasi memiliki kekuatan lebih besar dalam mendorong perubahan dan kemajuan sektor pertanian nasional.
Petani saat ini dituntut memiliki organisasi yang kuat, jaringan luas, kolaborasi, kepemimpinan, serta kemampuan membaca peluang pasar global. Di tengah tantangan perubahan iklim, produktivitas yang belum optimal, keterbatasan akses teknologi, hingga persaingan global yang semakin ketat, sektor pertanian Indonesia tetap memiliki peluang besar untuk berkembang.
Menurut Karding, meningkatnya permintaan pangan global, perkembangan teknologi, dan terbukanya akses pasar internasional harus dimanfaatkan secara optimal. Organisasi menjadi alat perjuangan penting bagi petani untuk memperkuat posisi tawar, meningkatkan kapasitas, sekaligus memperluas akses pasar.
Selain penguatan organisasi, beliau juga menjelaskan bahwa pentingnya kepemimpinan yang melayani. Ia menilai pemimpin masa kini harus hadir untuk mendengar, membersamai, serta menggerakkan anggotanya agar organisasi tetap hidup, adaptif, dan berkembang mengikuti perubahan zaman.
Karding turut mengapresiasi semakin banyak generasi muda yang mulai melihat pertanian dari perspektif baru, seperti digitalisasi, branding produk, inovasi, hingga orientasi ekspor. Menurutnya, hal tersebut menjadi modal penting menuju pertanian Indonesia yang modern, maju, dan kompetitif.
“Pertanian hari ini bukan lagi hanya soal sawah dan cangkul. Pertanian adalah bisnis global, daya saing bangsa, dan kehormatan Indonesia di mata dunia,” pungkasnya
Lebih lanjut, Karding menegaskan standar mutu dan keamanan suatu produk menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan dunia terhadap komoditas Indonesia. Dalam hal ini, Barantin hadir memastikan setiap produk hewan, ikan, tumbuhan, dan turunannya yang akan dilalulintaskan aman, sehat, dan bebas dari risiko penyebaran hama penyakit karantina
“Barantin hadir bukan untuk menghambat perdagangan, tetapi menjaga kepercayaan dunia terhadap produk Indonesia agar akses pasar terbuka dan petani Indonesia bisa naik kelas,” tutupnya
Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, dan peserta dari petani dan perwakilan organisasi tani di seluruh Indonesia.




