Tangerang – Dalam rangka memperkuat sistem pertahanan hayati nasional, Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat M. Panggabean, melakukan kunjungan kerja ke fasilitas karantina hewan di wilayah Tangerang, Banten.
Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan fasilitas karantina hewan dalam mendukung pengawasan lalu lintas media pembawa serta penerapan standar biosafety dan biosecurity yang optimal. Fasilitas karantina hewan merupakan bagian penting dari sistem karantina berlapis yang mencakup pengawasan sejak negara asal (pre-border), pintu pemasukan (at-border), hingga lokasi tujuan (post-border).

Dalam arahannya, Sahat menegaskan bahwa penguatan fasilitas karantina menjadi langkah strategis dalam mencegah masuk dan tersebarnya hama serta penyakit hewan yang berisiko bagi Indonesia, dengan mengedepankan prinsip biosafety sebagai dasar perlindungan, yang kemudian diperkuat melalui sistem biosecurity yang ketat.
“Penerapan biosafety yang baik menjadi fondasi utama dalam menjaga keamanan hayati, yang selanjutnya diperkuat dengan biosecurity sebagai sistem pengendalian dan pengawasan. Penguatan instalasi karantina hewan merupakan bagian dari sistem pengawasan post-border untuk memastikan setiap media pembawa yang masuk tetap aman dan sesuai standar nasional,” ujar Sahat.
Ia juga menambahkan bahwa keberadaan fasilitas karantina yang memadai akan mendukung kegiatan konservasi dan lalu lintas satwa secara aman, transparan, serta berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten, Duma Sari M H., menyampaikan bahwa jajaran Karantina Banten terus berkomitmen meningkatkan pengawasan serta pelayanan karantina di wilayah kerjanya.

“Kami memastikan setiap fasilitas karantina hewan di wilayah Banten memenuhi standar biosafety dan biosecurity yang ditetapkan, serta terus memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan hayati dan mendukung kelancaran lalu lintas komoditas,” ungkap Duma Sari.
Melalui kunjungan ini, diharapkan penguatan fasilitas karantina hewan di wilayah Tangerang dapat menjadi bagian dari transformasi sistem karantina nasional yang modern, terintegrasi, dan berdaya saing global.



