Dalam rangka meningkatkan nilai keimanan, mempererat kebersamaan, serta membangun karakter pegawai yang disiplin dan berintegritas, Badan Karantina Indonesia (Barantin) menyelenggarakan kegiatan keagamaan di bulan suci Ramadan, pada Jumat (6/3). Kegiatan ini melibatkan seluruh pegawai di lingkungan kantor pusat dan unit pelaksana teknis Jakarta dan sekitarnya.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai spiritual di lingkungan kerja. Dalam ceramahnya, Ustaz Dzaki Fadillah menyampaikan bahwa puasa di bulan Ramadan tidak hanya mengajarkan kesabaran, tetapi juga menjadi sarana melatih kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kedisiplinan terlihat dari rutinitas yang dijalani selama Ramadan, seperti bangun lebih awal untuk sahur, kemudian melanjutkan aktivitas seperti bekerja, belajar, dan beribadah dengan tetap menjaga kondisi tubuh, serta disiplin juga dalam menjaga sikap, ucapan, dan perilaku,” ujar Ustaz Dzaki.
Harapannya, nilai-nilai kedisiplinan yang tumbuh selama Ramadan diharapkan mampu membawa dampak positif bagi kehidupan individu maupun masyarakat secara luas, termasuk dalam melakukan pelayanan karantina.
Kepala Barantin, Sahat Manaor Panggabean, dalam sambutannya mengatakan, sebagai sarana memperdalam keimanan, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menumbuhkan semangat kebersamaan dan saling mendukung di antara pegawai.
“Kita jaga kekompakkan, kita jaga semangat kita untuk bekerja dengan baik, dengan penuh integritas, penuh tanggung jawab, selain untuk bangsa, juga untuk agama yang kita anut masing-masing. Yang penting, perkuat iman kita, tantangan kita ke depan sangat berat,” kata Sahat.
Dengan suasana Ramadan yang penuh berkah, diharapkan seluruh pegawai dapat semakin meningkatkan kedisiplinan, integritas, serta tanggung jawab dalam menjalankan tugas dan fungsi masing-masing dan berlandaskan nilai moral dan etika yang kuat.


