Logo

Kepala Barantin Pimpin Rakor Sumatera, Tekankan Peran Karantina Dorong Ekonomi Daerah

6 Maret 2026
112 dibaca
Kepala Barantin Pimpin Rakor Sumatera, Tekankan Peran Karantina Dorong Ekonomi Daerah

Bengkulu — Kepala Badan Karantina Indonesia Sahat M Panggabean menekankan pentingnya peningkatan kontribusi karantina terhadap perekonomian daerah saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Karantina Regional Sumatera di Bengkulu, Selasa (5/3). Di Bengkulu sendiri, nilai ekspor komoditas yang melalui proses karantina tercatat mencapai Rp15,35 miliar pada tahun 2025.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 mencatat nilai ekspor komoditas yang melalui tindakan karantina di Bengkulu sebesar Rp2,63 miliar pada triwulan I, meningkat menjadi Rp6,26 miliar pada triwulan II. Nilainya kemudian tercatat Rp3,33 miliar pada triwulan III dan Rp3,13 miliar pada triwulan IV.

Komoditas tumbuhan menjadi kontributor utama ekspor melalui karantina dengan nilai tertinggi Rp6,05 miliar pada triwulan II. Sementara itu, komoditas perikanan memberikan kontribusi lebih kecil dengan nilai tertinggi Rp209,79 juta pada periode yang sama. Secara keseluruhan, kontribusi produk yang melalui tindakan karantina terhadap total ekspor luar negeri Provinsi Bengkulu tercatat mencapai 2,41 persen pada triwulan II 2025.

Dalam arahannya, Sahat menegaskan bahwa jajaran karantina harus mampu menunjukkan kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah melalui data yang terukur dan akurat, termasuk merujuk pada data resmi BPS.

“Peran karantina tidak hanya melindungi sumber daya hayati dari ancaman hama penyakit, tetapi juga mendukung kelancaran perdagangan dan pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Sahat.

Ia menambahkan, hal tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional melalui penguatan sektor produksi dan perdagangan komoditas unggulan.

Sementara itu, Kepala Karantina Bengkulu Betty Fajarwati menyampaikan bahwa Karantina Bengkulu didukung oleh pejabat fungsional karantina hewan, ikan, dan tumbuhan, serta pegawai administrasi, dan PPPK.

Menurutnya, jajaran Karantina Bengkulu berkomitmen terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus menjaga wilayah Bengkulu dari risiko masuk dan tersebarnya hama penyakit hewan, ikan, serta organisme pengganggu tumbuhan.

“Wilayah kerja kami juga mencakup Pulau Enggano sebagai pulau terluar. Karena itu pengawasan karantina menjadi penting untuk menjaga keamanan hayati sekaligus mendukung kelancaran lalu lintas komoditas,” ujarnya.

Melalui Rakor Regional Sumatera ini, diharapkan seluruh jajaran karantina semakin solid, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam melindungi sumber daya hayati sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional (fan).

Narahubung :

Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Utama Badan Karantina Indonesia
Badan Karantina Indonesia
Nomor: 0703/R-Barantin/03.2026
Bengkulu, 5 Maret 2026

Bagikan Berita