Logo

SIBF 2026 Buka Peluang Ekspor Global, Karantina Sulsel Tegaskan Dukungan bagi Komoditas Unggulan

2 November 2026
15 dibaca
SIBF 2026 Buka Peluang Ekspor Global, Karantina Sulsel Tegaskan Dukungan bagi Komoditas Unggulan

Kontributor

Makassar — Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) semakin memperlihatkan potensinya sebagai kawasan investasi dan perdagangan internasional. Melalui Sulampua Investment & Business Forum (SIBF) 2026, kawasan ini mencatat potensi investasi senilai Rp9,64 triliun serta komitmen ekspor mencapai Rp818,5 miliar. Capaian tersebut menjadi salah satu sorotan dalam acara penutupan SIBF 2026 yang turut dihadiri Kepala Balai Besar Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah, di Hotel Claro Makassar, Kamis (29/10).

Forum yang berlangsung pada 28–29 Oktober 2026 ini diinisiasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan pemerintah daerah se-Sulampua. Mengusung tema “Advancing Sulampua’s Potential: From Regional Strengths to Global Value Chains”, kegiatan tersebut menjadi wadah mempertemukan pemerintah, investor, pelaku usaha, dan mitra perdagangan dari dalam maupun luar negeri.

Tidak hanya menghadiri acara penutupan, Balai Besar Karantina Sulawesi Selatan juga turut berpartisipasi dalam pameran yang menjadi bagian dari rangkaian SIBF 2026. Melalui kehadiran tersebut, Karantina memberikan informasi dan edukasi kepada pengunjung serta pelaku usaha mengenai protokol ekspor, persyaratan karantina, hingga prosedur yang perlu dipenuhi dalam pengiriman komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan ke pasar internasional.

Partisipasi ini menjadi salah satu bentuk dukungan Balai Besar Karantina Sulawesi Selatan dalam mendorong kesiapan pelaku usaha, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), untuk menembus pasar ekspor. Pasalnya, peluang perdagangan internasional perlu diimbangi dengan pemahaman terhadap persyaratan teknis dan ketentuan negara tujuan agar proses pengiriman komoditas dapat berjalan lancar.

Kepala Balai Besar Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah, menyampaikan bahwa kehadiran Karantina dalam forum investasi dan perdagangan tersebut merupakan bagian dari upaya mendekatkan layanan informasi perkarantinaan kepada pelaku usaha.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman bahwa ekspor bukan hanya tentang menemukan pembeli dan menyiapkan produk, tetapi juga memastikan seluruh persyaratan negara tujuan dapat dipenuhi. Karantina hadir untuk memberikan informasi dan mendukung kesiapan pelaku usaha agar komoditas unggulan daerah memiliki peluang yang semakin besar untuk memasuki pasar internasional,” ujar Sitti Chadidah.

Menurutnya, masih diperlukan penguatan pemahaman mengenai prosedur ekspor, termasuk dokumen dan persyaratan karantina yang berbeda-beda bergantung pada jenis komoditas serta ketentuan negara tujuan.

Karena itu, kehadiran Karantina dalam pameran SIBF 2026 diharapkan dapat menjadi ruang konsultasi bagi pelaku usaha yang ingin mengetahui tahapan pemenuhan persyaratan karantina sebelum melakukan pengiriman komoditas ke luar negeri.

Sementara itu, penyelenggaraan SIBF 2026 menghasilkan 17 Letter of Intent (LoI) dengan total potensi investasi mencapai Rp9,64 triliun. Di sektor perdagangan, komitmen ekspor tercatat senilai Rp818,5 miliar, meningkat dibandingkan capaian tahun sebelumnya sebesar Rp228,1 miliar. Komitmen ekspor tersebut melibatkan 47 UMKM dari wilayah Sulampua yang menjalin kemitraan dengan 44 pembeli dari 20 negara. Sulawesi Selatan menjadi penyumbang terbesar dengan nilai komitmen ekspor mencapai Rp740,6 miliar.

Capaian ini menunjukkan besarnya peluang komoditas unggulan daerah untuk berkembang di pasar internasional, terutama dari sektor pertanian, perikanan, dan industri pengolahan. Selain menghasilkan komitmen investasi dan ekspor, SIBF 2026 juga memfasilitasi 98 pertemuan bisnis yang melibatkan lebih dari 30 calon investor domestik dan mancanegara. Sebanyak 43 proyek investasi potensial turut ditawarkan, sementara tujuh UMKM Sulawesi Selatan berhasil menjalin kerja sama pemasaran dengan jaringan ritel modern dalam negeri.

Melalui partisipasi dalam pameran dan kehadiran pada acara penutupan SIBF 2026, Balai Besar Karantina Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan ekspor komoditas unggulan daerah. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu memperkuat kesiapan pelaku usaha, meningkatkan daya saing produk, dan membuka akses pasar yang lebih luas bagi komoditas unggulan Sulampua.

Bagikan Berita