JAKARTA - Karantina DKI Jakarta menerima kunjungan dari Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Priok, Adhang Noegroho Adhi, beserta tim. Pertemuan strategis ini berlangsung di Kantor Karantina DKI Jakarta pada Senin (11/5) dengan agenda utama memperkuat sinergi kedua instansi dalam memberikan pengawasan maksimum dan layanan optimal di gerbang ekspor-impor utama negara. Sinergi ini merupakan langkah penting untuk menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi dalam perlindungan sumber daya alam hayati.
Kerja sama yang solid antara Petugas Karantina dan jajaran Bea Cukai menjadi krusial untuk memastikan setiap komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan yang melalui Pelabuhan Tanjung Priok memenuhi persyaratan yang ketat. Sinergi ini tidak hanya mempercepat proses logistik, tetapi juga krusial dalam melakukan pengawasan ketat terhadap masuknya komoditas impor berisiko demi melindungi keanekaragaman hayati Indonesia dari ancaman hama penyakit.
Kepala Karantina DKI Jakarta, Amir Hasanuddin, menekankan bahwa kolaborasi adalah kunci dalam mengawal ketahanan SDA hayati. "Kami sangat mengapresiasi dukungan luar biasa dari Bea Cukai Tanjung Priok. Sinergi ini memungkinkan Petugas Karantina bekerja lebih efektif dalam melakukan pengawasan, baik untuk komoditas impor yang masuk maupun dalam mengawal komoditas ekspor kita agar tetap sesuai standar negara tujuan. Keamanan hayati adalah tanggung jawab bersama," ujar Amir.
Melalui penguatan sinergi antarlembaga ini, Karantina DKI Jakarta mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk turut berpartisipasi aktif dalam perlindungan SDA hayati. Kepedulian publik dalam mematuhi aturan karantina merupakan pilar utama dalam mencegah masuk dan tersebarnya Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPTK) maupun Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) ke wilayah Indonesia. Sinergi ini merupakan bentuk perlindungan nyata demi kelestarian alam dan keberlanjutan ekonomi bangsa.


