Jakarta, 12/10/2026 – Balai Besar Karantina DKI Jakarta memperkuat sinergi lintas instansi bersama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 2 Tanjung Priok dan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok guna mengoptimalkan pengawasan serta memperlancar lalu lintas media pembawa di Pelabuhan Tanjung Priok.
Pertemuan koordinasi yang berlangsung di Pelabuhan Tanjung Priok tersebut membahas penguatan kolaborasi dalam pengawasan lalu lintas komoditas pertanian, perikanan, dan peternakan, baik untuk kegiatan domestik maupun ekspor dan impor. Sinergi ini menjadi langkah strategis untuk memastikan kelancaran arus logistik berjalan beriringan dengan penguatan perlindungan keamanan hayati Indonesia.
Kepala Balai Besar Karantina DKI Jakarta Arum Kusnila Dewi menyampaikan bahwa kolaborasi antar instansi memiliki peran penting dalam mengoptimalkan pengawasan di Pelabuhan Tanjung Priok sebagai salah satu pintu utama perdagangan internasional Indonesia. Tingginya mobilitas barang dan komoditas menjadikan pelabuhan ini sebagai titik strategis dalam mencegah masuk dan tersebarnya Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK), Hama Penyakit Ikan Karantina (HPIK), serta Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).
“Melalui kolaborasi yang solid antara Karantina, Pelindo, dan Bea Cukai, kita ingin memastikan bahwa kelancaran arus logistik berjalan seiring dengan efektivitas pengawasan karantina. Setiap media pembawa yang masuk dan keluar harus memenuhi persyaratan karantina guna melindungi sumber daya hayati dan menjaga keamanan hayati Indonesia,” ujarnya.
Pelindo Regional 2 Tanjung Priok menyambut baik penguatan kerja sama tersebut sebagai wujud komitmen bersama dalam mendukung pelayanan kepelabuhanan yang cepat, efisien, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Koordinasi yang terintegrasi diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pelayanan sekaligus meminimalkan hambatan dalam proses pergerakan barang.
Sementara itu, Bea dan Cukai Tanjung Priok menegaskan pentingnya koordinasi dan pertukaran informasi antar instansi untuk memperkuat pengawasan, mencegah penyelundupan dan pelanggaran kepabeanan, serta mendukung kelancaran arus barang di kawasan pelabuhan.
Melalui penguatan sinergi ini, pengawasan terpadu diharapkan semakin optimal, proses pelayanan menjadi lebih efektif, dan potensi masuk serta tersebarnya hama dan penyakit hewan, ikan, maupun tumbuhan dapat diantisipasi sejak dini.
Balai Besar Karantina DKI Jakarta berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan Pelindo, Bea Cukai, dan seluruh pemangku kepentingan terkait. Langkah ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan sistem pengawasan karantina yang efektif, pelayanan logistik yang efisien, serta lalu lintas media pembawa yang aman dan mendukung daya saing perdagangan Indonesia.



