Logo

SPIP Kuat, Wujudkan Tata Kelola Hebat

20 September 2026
42 dibaca
SPIP Kuat, Wujudkan Tata Kelola Hebat

Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Abdul Kadir Karding, membuka secara langsung kegiatan Workshop Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) yang diadakan di Karantina Kalimantan Selatan, pada Minggu (20/09). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pengendalian intern di lingkungan Badan Karantina Indonesia, sekaligus memastikan pelaksanaan SPIP mampu mendukung pencapaian tujuan organisasi secara efektif dan berkelanjutan.

Dalam arahannya, Karding menegaskan bahwa SPIP tidak boleh dipandang hanya sebagai pekerjaan Inspektorat atau Tim SPIP. Pengendalian intern merupakan tanggung jawab bersama, mulai dari pimpinan hingga seluruh pegawai. Setiap Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) memiliki peran sebagai pemilik risiko di unit kerjanya, sehingga perlu memahami sasaran yang hendak dicapai, risiko yang dapat menghambat pencapaian sasaran, pengendalian yang diperlukan, serta hasil pemantauan terhadap efektivitas pengendalian tersebut.

Ia menjelaskan, SPIP diselenggarakan untuk memberikan keyakinan yang memadai terhadap tercapainya empat tujuan utama, yaitu efektivitas dan efisiensi pencapaian tujuan organisasi, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara, serta ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan. Karena itu, SPIP bukan merupakan tujuan akhir, melainkan instrumen untuk memastikan target organisasi tercapai, sumber daya terlindungi, laporan dapat dipercaya, dan seluruh pelaksanaan tugas berjalan sesuai ketentuan.

Dalam proses penilaian, Karding juga menekankan pentingnya melihat SPIP secara utuh, baik melalui penilaian terhadap lima unsur SPIP maupun penilaian maturitas penyelenggaraan SPIP. Penjaminan kualitas tidak cukup hanya dengan memastikan ketersediaan dokumen, tetapi harus menguji apakah pengendalian telah dirancang dengan tepat, dilaksanakan secara konsisten, didukung bukti yang sahih, serta efektif dalam menurunkan risiko dan membantu pencapaian sasaran organisasi.

Melalui workshop ini, seluruh peserta diharapkan mampu memperoleh gambaran objektif mengenai kondisi dan efektivitas SPIP di masing-masing UPT, mengidentifikasi kesenjangan pengendalian beserta akar masalahnya, serta menyusun rencana aksi perbaikan yang spesifik, terukur, realistis, dan memiliki batas waktu yang jelas. Karding juga mengingatkan bahwa SPIP yang matang adalah sistem pengendalian yang mampu mengenali risiko lebih awal, mencegah penyimpangan, menjaga sumber daya negara, dan memastikan tujuan organisasi tercapai.

Bagikan Berita