Semarang (12/09) - Guna memperkuat benteng pertahanan hayati dari risiko ancaman hama dan penyakit antar wilayah, Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (Karantina) Jawa Tengah menggelar operasi patuh terhadap lalu lintas pemasukan domestik di Pelabuhan Tanjung Emas.
Plt. Kepala Karantina Jawa Tengah, Riswan menegaskan bahwa giat operasi kali ini difokuskan untuk memeriksa kepatuhan masyarakat dalam melaporkan setiap komoditas hewan, ikan, tumbuhan, serta produk turunannya yang masuk dari berbagai pulau. Langkah preventif ini sangat krusial untuk memastikan tidak ada sebaran HPHK/HPIK/OPTK yang lolos dan mengancam ekosistem sumber daya alam serta ketahanan pangan di Jawa Tengah.
Lebih lanjut, dalam siaran persnya Riswan menambahkan bahwa kami mengimbau seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk selalu melengkapi dokumen karantina dari daerah asal demi kelancaran logistik dan keamanan biosekuriti di Jawa Tengah. Pada kesempatan itu sekaligus dilakukan edukasi kepada masyarakat tentang regulasi perkarantinaan agar patuh karantina secara berkelanjutan.
Petugas karantina secara berkala sesuai jadual kedatangan kapal melakukan pemeriksaan fisik dan kesesuaian dokumen dokumen terhadap seluruh muatan logistik dan kendaraan penumpang yang turun dari KM Dharma Kartika VII asal Kalimantan guna menjamin keamanan hayati di gerbang Jawa Tengah. Hasil pemeriksaan diketahui media pembawa yang dilalulintaskan dilengkapi dokumen karantina.
Sebagai garda terdepan perlindungan hayati, petugas karantina konsisten melaksanakan pengawasan rutin terhadap lalu lintas pemasukan domestik. Setiap komoditas hewan, ikan, tumbuhan, serta produk turunannya yang tiba dari berbagai pulau di Jawa Tengah wajib melewati prosedur pemeriksaan karantina secara ketat.
Ayooo jaga negeri demi menjaga kelestarian sumber daya alam hayati di Jawa Tengah
#karantinajateng
#jaganegeri
#operasipatuh
#edukasikarantina
#perlindunganmaksimal
#pelayananoptimal



