DENPASAR – Komoditas unggulan pertanian Indonesia kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Bali (Karantina Bali) hari ini memastikan bahwa satu komoditas primadona Pulau Dewata, Kopi Arabika Bali, siap diberangkatkan menuju pasar Amerika Serikat setelah dinyatakan lulus serangkaian pemeriksaan karantina yang ketat.
Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan bahwa komoditas yang diekspor memenuhi seluruh persyaratan sanitari dan fitosanitari (Sanitary and Phytosanitary - SPS) yang ditetapkan oleh negara tujuan, sekaligus menjaga reputasi kopi Indonesia di pasar global. Petugas karantina melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi fisik biji kopi sebanyak 19,2 ton dengan nilai ekspor 3,2 milyar untuk memastikan bebas dari serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK), seperti serangga hidup, cendawan berbahaya, dan kontaminan lainnya. Seluruh dokumen pendukung, mulai dari asal-usul komoditas hingga pemenuhan regulasi internasional, telah diverifikasi dan dinyatakan lengkap.
Sebagai bukti kelayakan, Karantina Bali secara resmi menerbitkan Sertifikat Fitosanitari yang menjadi "paspor" utama komoditas tersebut untuk dapat membongkar muatan di pelabuhan Amerika Serikat. Dalam keterangannya, Heri Yuwono selaku Kepala Karantina Bali menyampaikan "Kami berkomitmen penuh untuk mengawal para pelaku usaha lokal agar produk mereka mampu bersaing di pasar global. Amerika Serikat memiliki standar intervensi pangan dan pertanian yang sangat tinggi melalui Food and Drugs Administration. Keberhasilan Kopi Bali menembus pasar ini membuktikan bahwa kualitas sistem karantina dan mutu produk petani kita sudah berkelas dunia."
Ekspor Kopi Arabika Bali ke Amerika Serikat ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi para petani kopi di daerah Kintamani dan sekitarnya. Dalam kurun waktu semester I tahun 2026, Karantina Bali telah melakukan penerbitan Phytosanitary certificate terhadap ekspor kopi dengan volume 146,4 ton dan frekuensi 117 kali yang selanjutnya diekspor ke beberapa negara antara lain Amerika Serikat, China, Jeoang, Hongkong, Maldives, Vietnam.
Dengan jaminan karantina yang kredibel, nilai tawar Kopi Bali di pasar premium internasional akan semakin kuat, yang pada akhirnya berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani lokal dan devisa negara.
Karantina Bali mengimbau kepada seluruh eksportir komoditas pertanian dan perikanan di Bali untuk terus bersinergi dan memanfaatkan layanan klinik ekspor guna berkonsultasi mengenai regulasi negara tujuan sebelum melakukan pengiriman.


