Tangerang – Karantina DKI Jakarta memastikan kualitas dan keamanan komoditas perikanan Indonesia yang akan bertolak ke pasar internasional melalui serangkaian pemeriksaan ketat. Pada Senin (06/04), Petugas Karantina Ikan yang bertugas, Devi Vianika dan Kartika Anggraeny, melaksanakan pemeriksaan fisik terhadap 1.762,3 kilogram produk kulit ikan buntal kering (Dried Pufferfish Skin). Komoditas yang dikemas dalam 97 karton tersebut dipastikan telah memenuhi standar kelayakan untuk diekspor menuju China sebagai bahan konsumsi dan bahan baku industri.
Proses pemeriksaan yang berlangsung di gudang pemilik di wilayah Tangerang ini meliputi verifikasi kesesuaian jenis serta jumlah media pembawa berdasarkan dokumen ekspor yang diajukan. Selain pemeriksaan fisik secara menyeluruh, petugas juga memastikan bahwa komoditas tersebut bebas dari Hama dan Penyakit Ikan Karantina (HPIK) dengan melampirkan hasil pengujian laboratorium berupa Certificate of Analysis (CoA). Langkah ini merupakan bentuk komitmen Karantina DKI Jakarta dalam menjaga kredibilitas produk lokal di pasar global sekaligus mematuhi protokol kesehatan internasional.
Ekspor kulit ikan buntal (Diodon hystrix) kali ini memiliki nilai ekonomi yang signifikan, yakni mencapai Rp179 juta. Selain sebagai bahan konsumsi, kulit ikan buntal dikenal memiliki nilai guna tinggi, mulai dari bahan baku kerajinan kulit premium hingga sumber kolagen untuk kecantikan. Dalam dunia medis tradisional, komoditas ini juga kerap diolah sebagai obat untuk mengatasi nyeri sendi dan masuk angin. Potensi ekonomi yang besar ini menuntut pengawasan yang optimal agar daya saing produk perikanan Indonesia tetap terjaga dan berkelanjutan.
Amir Hasanuddin, Kepala Karantina DKI Jakarta terus mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk berperan aktif dalam melaporkan setiap aktivitas lalu lintas komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan. "Partisipasi publik dalam mematuhi prosedur karantina sangat krusial untuk melindungi sumber daya alam hayati nasional dari ancaman penyakit yang dapat merusak ekosistem." ajak Amir. Dengan sinergi yang kuat antara masyarakat dan Barantin, diharapkan perlindungan kekayaan hayati nusantara dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan ekonomi melalui ekspor yang aman dan legal.



