KULON PROGO – Kehadiran Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) Kargo Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) semakin memberikan kemudahan bagi pelaku usaha melalui simplifikasi dan integrasi layanan pemeriksaan ekspor dalam satu lokasi.
Konsep layanan terpadu ini mampu memangkas tahapan yang sebelumnya harus dilakukan secara terpisah. Sebelum menggunakan TPFT, komoditas ekspor harus terlebih dahulu menjalani pemeriksaan di kantor Karantina, kemudian pemeriksaan di Regulated Agent, dilanjutkan proses administrasi kepabeanan serta pemeriksaan keamanan penerbangan di area kargo bandara dan Bea Cukai.
Dengan TPFT, berbagai proses pemeriksaan tersebut dapat dilakukan secara terintegrasi dalam satu lokasi, sehingga mengurangi mobilisasi komoditas, waktu tunggu, serta biaya operasional dan logistik. Bagi komoditas perishable seperti ikan segar, efisiensi waktu juga sangat penting untuk menjaga kualitas dan kesinambungan cold chain.

Manfaat tersebut terlihat dalam kegiatan ekspor 2.777 kilogram (2,7 ton) ikan segar asal Semarang, Jawa Tengah, menuju Malaysia pada 14 September 2026. Pengiriman oleh eksportir Puguh Bachti Karsa dengan penerima Hoongkit Enterprise, Selangor, Malaysia, dikemas dalam 101 box dengan kondisi suhu terjaga (chilled).
Komoditas yang diperiksa meliputi ikan kakap (Lutjanus sp.) 1.040 kg, kerapu (Epinephelus sp.) 843 kg, jenaha (Lutjanus synagris) 409 kg, kuro (Eleutheronema tetradactylum) 359 kg, dan ikan tenggiri 126 kg.
Seluruh proses pemeriksaan dan pemenuhan formalitas dilakukan secara terpadu di area TPFT dengan tetap memastikan persyaratan karantina, kepabeanan, dan keamanan penerbangan terpenuhi. Setelah dinyatakan memenuhi persyaratan, komoditas diberangkatkan menggunakan AirAsia AK 347 dari YIA menuju Kuala Lumpur International Airport (KLIA).
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa TPFT Kargo YIA bukan sekadar tempat pemeriksaan, tetapi menjadi bagian dari upaya penyederhanaan proses bisnis ekspor. Integrasi layanan dalam satu lokasi memberikan proses yang lebih cepat, mudah, dan efisien sekaligus membantu menekan biaya logistik dan menjaga mutu komoditas hingga sampai ke pasar internasional.


