Logo

Tuna Loin Maluku Senilai Rp3,39 Miliar Tembus Vietnam, Barantin Pastikan Persyaratan Terpenuhi

24 Agustus 2026
74 dibaca
Tuna Loin Maluku Senilai Rp3,39 Miliar Tembus Vietnam, Barantin Pastikan Persyaratan Terpenuhi

Kontributor

Ambon – Produk perikanan Maluku kembali menembus pasar internasional. Sebanyak 25.997,20 kilogram atau sekitar 26 ton Frozen Yellowfin Tuna Loin senilai Rp3,39 miliar diekspor ke Vietnam setelah dipastikan memenuhi persyaratan karantina dan standar yang ditetapkan negara tujuan.

Pengawasan ekspor dilakukan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Maluku (Karantina Maluku), Badan Karantina Indonesia (Barantin), pada 23 Agustus 2026 di Unit Pengolahan Ikan (UPI) PT Aneka Sumber Tata Bahari, Ambon.

Petugas melakukan pemeriksaan terhadap kondisi fisik komoditas, sanitasi, kemasan, serta kelengkapan dokumen dan persyaratan karantina sebelum produk diberangkatkan menuju Vietnam.

Hasil pemeriksaan menunjukkan Frozen Yellowfin Tuna Loin tersebut telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan sehingga dinyatakan layak untuk dilalulintaskan ke negara tujuan.

Kepala Karantina Maluku Willy Indra Yunan mengatakan, pengawasan karantina tidak hanya bertujuan memastikan kepatuhan terhadap persyaratan ekspor, tetapi juga menjaga mutu dan keamanan komoditas perikanan sekaligus mendukung daya saing produk Maluku di pasar global.

“Kami berkomitmen memberikan perlindungan maksimal dalam menjaga mutu dan keamanan produk perikanan Maluku, sekaligus memberikan pelayanan optimal kepada pelaku usaha. Melalui layanan operasional 24/7, kami siap mendukung proses sertifikasi dan kelancaran pengiriman komoditas ekspor,” ujar Willy di Maluku, Senin, (24/8).

Kinerja ekspor tuna Maluku juga menunjukkan potensi yang kuat. Berdasarkan data Karantina Maluku, sepanjang Semester I 2026, ekspor seluruh jenis komoditas tuna melalui Pelabuhan Yos Sudarso Ambon mencapai 497.528,76 kilogram, dengan nilai ekonomi sekitar Rp56,2 miliar.

Komoditas tuna tersebut telah dipasarkan ke sejumlah negara, antara lain Jepang, Amerika Serikat, Vietnam, dan Thailand. Capaian tersebut menunjukkan bahwa komoditas perikanan Maluku tidak hanya memiliki potensi produksi, tetapi juga semakin mampu memenuhi persyaratan pasar internasional.

Karena itu, penguatan kualitas sejak dari unit pengolahan hingga proses pelalulintasan menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan pasar terhadap produk perikanan Indonesia.

Willy menegaskan, konsistensi mutu membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pihak yang terlibat dalam rantai pasok.

“Kolaborasi antara pemerintah, Karantina, dan pelaku usaha menjadi kunci untuk menjaga konsistensi mutu produk sekaligus memperluas akses pasar internasional bagi komoditas unggulan daerah,” katanya.

Ekspor tuna ke Vietnam ini sekaligus memperkuat posisi Maluku sebagai salah satu daerah potensial penghasil komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi. Dari Maluku, produk perikanan Indonesia semakin siap memenuhi standar pasar dunia.

Kepala Badan Karantina RI Abdul Kadir Karding sebelumnya menegaskan, pihaknya tidak hanya menjalankan fungsi biosecurity di perbatasan, namun mendorong peningkatan mutu, ketertelusuran produk, pemenuhan standar negara tujuan, hingga hilirisasi komoditas sebelum diekspor.

Pendekatan ini diperlukan agar karantina tidak hanya hadir ketika komoditas akan keluar dari Indonesia, tetapi juga ikut memastikan pelaku usaha telah mempersiapkan produknya sejak awal.

“Barantinnya tidak hanya di border sebagai biosecurity, tetapi harus menyiapkan mutu yang baik, ketelusuran atau traceability yang baik, dan juga memenuhi standar sesuai dengan protokol di negara yang disepakati,” ujar Karding beberapa waktu lalu.

Menurutnya, pendekatan tersebut penting untuk memastikan produk Indonesia tidak hanya mampu keluar dari Indonesia, tetapi juga dapat diterima dan bertahan di pasar internasional.

Siaran Pers

Badan Karantina Indonesia

Nomor: 2708/R-Barantin/08.2026

Ambon, 24 Agustus 2026

Narahubung:

Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat

Sekretariat Utama Badan Karantina Indonesia

Bagikan Berita