Bogor — Badan Karantina Indonesia (Barantin) mendukung upaya pemerintah mewujudkan generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas melalui penguatan keamanan hayati dan ketahanan pangan nasional. Komitmen tersebut ditegaskan oleh Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding, saat menghadiri kegiatan Building Indonesia’s Future Generations through Nutrition – An Inspiring Session by Tony Robbins – 500 Billion Meals Challenge yang diselenggarakan oleh Badan Gizi Nasional, pada Rabu (3/6).
Kegiatan yang dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tersebut menjadi wadah kolaborasi berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia guna pemenuhan gizi yang berkelanjutan. Peningkatan kualitas generasi bangsa dinilai menjadi investasi penting dalam mendukung pembangunan nasional jangka panjang.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa melalui program makanan bergizi, tidak hanya meningkatkan pemenuhan gizi yang cukup dan berimbang namun juga dapat mengentaskan masalah sosial di masyarakat.
"Semua negara-negara yang maju menggunakan makan bergizi untuk anak-anak sekolah guna mengurangi kemiskinan, memperbaiki fisik dan kecerdasan generasi penerus," terang Prabowo.
Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding menambahkan bahwa sebagai garda terdepan dalam perlindungan sumber daya alam hayati, Badan Karantina Indonesia terus melakukan pengawasan terhadap lalu lintas hewan, ikan, tumbuhan, serta produk turunannya. Pengawasan ini dilakukan guna mencegah masuk, keluar, dan tersebarnya hama penyakit yang dapat mengganggu keamanan hayati hingga produksi pangan nasional.
Menurutnya, pemenuhan gizi masyarakat tidak dapat dipisahkan dari terjaganya keamanan hayati nasional. Keamanan hayati menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan ketersediaan pangan yang aman dikonsumsi. "Upaya ini sekaligus menjadi kontribusi nyata Barantin dalam menjaga rantai pasok pangan yang aman dan berkualitas," jelasnya.
Melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pemerintah memastikan anak-anak Indonesia memperoleh asupan gizi yang cukup sebagai fondasi tumbuh kembang yang optimal. Program ini diharapkan mampu menciptakan generasi yang lebih sehat, produktif, dan siap menghadapi tantangan pembangunan di masa depan.
Selaras dengan hal tersebut, Barantin menjalankan peran untuk menjaga keamanan hayati Indonesia yang bertujuan menjaga masa depan bangsa. Barantin tidak hanya melakukan pengawasan terhadap hewan, ikan, dan tumbuhan yang berasal dari negara asing saja. Melalui koordinasi 40 Unit Pelaksana Teknis (UPT), Barantin juga melakukan pengawasan untuk hewan, ikan, dan tumbuhan yang dilalulinstaskan dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Pengawasan ini meliputi kelengkapan dokumen persyaratan, kesehatan komoditas, pemeriksaan laboratorium hingga koordinasi dengan isntansi terkait.
“Badan Karantina Indonesia siap mendukung dan mewujudkan masa depan bangsa yang lebih baik melalui penguatan sistem karantina dan biosekuriti,” ujar Karding.
Pada kesempatan yang sama, Karding menyampaikan bahwa manfaat program MBG tidak hanya dirasakan dari aspek kesehatan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.
"Disamping itu, MBG ini sangat penting untuk perputaran ekonomi di daerah sehingga ekonomi masyarakat menjadi lebih baik. Saatnya kita kawal bersama agar program ini berjalan dengan baik," tutupnya.

