BEKASI - Karantina DKI Jakarta mengikuti upacara pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan pejabat fungsional di lingkungan internal instansi. Dalam prosesi yang berlangsung khidmat tersebut, dua aparatur sipil negara atas nama Muji Budiono, S.T.P. dan Syarah Dinda Ariesta, S.T.P. secara resmi dilantik sebagai Pengawas Mutu Hasil Pertanian Ahli Pertama. Penguatan formasi ahli di lini fungsional ini ditujukan untuk mendongkrak performa layanan publik sekaligus memastikan setiap komoditas pertanian yang melintasi wilayah DKI Jakarta memiliki kualitas terbaik dan bebas dari risiko kontaminasi berbahaya.
Jalannya pengambilan sumpah dipimpin langsung oleh Sekretaris Utama Badan Karantina Indonesia, Shahandra Hanintiyo. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa kehadiran ASN Barantin yang kompeten di lapangan akan semakin memperkuat posisi instansi sebagai garda terdepan perlindungan komoditas. Kompetensi spesifik ini sangat dibutuhkan di tengah meningkatnya volume lalu lintas perdagangan komoditas hewan, ikan dan tumbuban, baik untuk pemenuhan kebutuhan domestik di wilayah Jabodetabek maupun untuk komoditas yang berorientasi ekspor global.
"Selamat kepada rekan-rekan yang baru saja diangkat sebagai ASN. Posisi ini menuntut tanggung jawab yang besar dalam menjaga integritas pangan kita. Sebagai Petugas Karantina, Anda semua kini dituntut untuk melakukan pengawasan ketat terhadap setiap produk peternakan, perikanan, dan pertanian yang diimpor guna memitigasi masuknya ancaman biologis, sekaligus memiliki kesiapsiagaan tinggi dalam mengawal sesuai negara tujuan bagi seluruh komoditas ekspor agar produk lokal kita diakui dan memiliki daya saing tinggi di pasar internasional," tegas Shahandra dalam sambutannya.
Penegakan mutu hasil pertanian tidak akan berjalan optimal tanpa adanya sinergi dan kesadaran dari para pelaku usaha komoditas. Dengan hadirnya Pengawas Mutu yang profesional dan responsif, diharapkan masyarakat semakin teredukasi untuk selalu melaporkan dan memeriksakan komoditasnya demi mewujudkan ketahanan pangan serta keberlanjutan ekosistem pertanian Nusantara.
