Purwokerto (19/06) – Satuan Pelayanan (Satpel) Pelabuhan Tanjung Intan melalui lokus layanan Kantor Pos Purwokerto melakukan sertifikasi terhadap 21,5 kilogram briket (arang kelapa) sebelum diekspor ke Perancis.
Tempurung kelapa sering dibuang karena dianggap limbah tetapi dapat dimanfaatkan menjadi arang bernilai jual tinggi. Kini lagi tren arang digunakan sebagai pengganti mineral batubara atau gas, peruntukannya untuk bahan bakar, penyerap dan konduktor. Nilai kalori arang hampir setengah dari gas atau minyak dengan volume sama sehingga dalam hal efisiensi energi arang merupakan alternatif bahan bakar. Produk ini menjadi primadona pasar Perancis.
Petugas karantina yang piket di Kantor Pos Purwokerto melakukan pemeriksaan kebenaran jenis dan keabsahan dokumen yang datang mengajukan permohonan. Setelah dinyatakan lengkap dan memenuhi persyaratan administrasi dilanjutkan pemeriksaan fisik dan kesehatan terhadap puluhan kilogram arang kelapa. Petugas menyatakan bahwa produk yang sering disebut briket dalam kondisi kering, ramah lingkungan dan layak diekspor.
Pada kesempatan itu, penanggung jawab Kantor Pos Purwokerto, Sigit Prayogo ikut mendampingi saat pemeriksaan, membenarkan bahwa masyarakat di Purwokerto memproduksi briket untuk kebutuhan lokal, dan tidak disangka kini merambah ke pasar internasional. Hal ini menjadi kesempatan emas agar lebih berproduktif menghasilkan produk berlimpah berdaya saing di perdagangan internasional.
#KarantinaJateng
#JagaNegeri
#FasilitasiPerdagangan
#PerlindunganMaksimal
#PelayananOptimal



