Logo

106 Babi dikirim dari Manado ke Raja Ampat, Karantina Sulawesi Utara Pastikan Babi Negatif ASF dan PMK

6 September 2026
64 dibaca
106 Babi dikirim dari Manado ke Raja Ampat, Karantina Sulawesi Utara Pastikan Babi Negatif ASF dan PMK

Karantina Sulawesi Utara memastikan pengiriman 106 ekor babi hidup dari Manado ke Raja Ampat, Papua Barat Daya telah menjalani pemeriksaan kesehatan berlapis pada Sabtu, (5/9). Tindakan karantina ini dilakukan untuk memastikan kesehatan ternak sekaligus mencegah risiko penyebaran penyakit ke daerah tujuan.

Kepala Karantina Sulawesi Utara Agus Mugiyanto mengatakan, pemeriksaan telah dilakukan sejak ternak masih berada di daerah asal. Selain pemeriksaan fisik, sampel diuji di laboratorium terakreditasi untuk memastikan babi yang akan dilalulintaskan memenuhi persyaratan kesehatan.

“Hasil uji laboratorium menyatakan babi-babi ini sehat. Negatif penyakit mulut dan kuku (PMK) dan African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika,” ujar Agus di Manado.

Selain pemeriksaan kesehatan, Karantina Sulawesi Utara bersama otoritas terkait di daerah asal dan tujuan melakukan analisis risiko terhadap rencana pengiriman 106 babi tersebut. Analisis dilakukan untuk menilai potensi penyebaran penyakit selama proses pengiriman sekaligus menentukan langkah mitigasi yang diperlukan.

“Berdasarkan hasil rekomendasi analisa risiko, pengiriman babi hidup ini dinyatakan memiliki risiko yang terkendali sehingga secara regulasi diizinkan untuk masuk ke wilayah Raja Ampat,” kata Agus.

Sebagai bagian dari penerapan biosekuriti, petugas juga melakukan disinfeksi terhadap ternak dan kendaraan pengangkut. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko kontaminasi selama proses pengangkutan.

Setelah pemeriksaan kesehatan, pengujian laboratorium, analisis risiko, serta persyaratan lainnya dinyatakan terpenuhi, petugas menerbitkan dokumen karantina sebagai dasar ternak dapat dilalulintaskan menuju Raja Ampat.

#karantinasulawesiutara #PelindunganMaksimalPelayananOptimal

Bagikan Berita