Semarang – Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Tengah(Karantina Jateng) mengawasi pengiriman 10 m3 perabotan kayu senilai sekitar 72 juta rupiah menuju Negeri Sakura, pada (20/07).
Perabotan kayu yang akan digunakan sebagai perabotan rumah tangga tersebut dimuat ke dalam kontainer, dikirim melalui Pelabuhan Tanjung Emas setelah melalui pengawasan karantina guna memastikan pemenuhan persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku di negara tujuan.
Heri Widarta, Ketua Tim Kerja Karantina Tumbuhan mengatakan bahwa produk perabotan kayu premium hasil kerajinan pengrajin lokal sukses menembus pasar Jepang setelah melewati uji standardisasi kualitas dan kelayakan bahan baku secara ketat. Capaian ini mempertegas posisi komoditas kayu Indonesia yang dikenal memiliki ketahanan tinggi serta nilai estetika yang diminati konsumen global.
Jepang adalah salah satu pasar paling selektif di dunia, terutama terkait legalitas kayu dan presisi ukuran. Keberhasilan menembus Negeri Sakura membuktikan bahwa produk perabotan kayu asal Jateng memenuhi regulasi kelestarian hutan internasional dan memiliki daya saing estetika yang kuat.
“Kegiatan pengawasan dilakukan sebagai bagian dari tugas pokok fungsi karantina dalam menjamin keamanan lalu lintas media pembawa dan meminimalisir risiko ancaman penyebaran Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK). Pengawasan karantina dilakukan secara rutin untuk memperkuat sistem biosekuriti nasional, ”imbuh Hari.
Petugas karantina melakukan pemeriksaan administrasi untuk memastikan kebenaran jenis, keabsahan dokumen, kesesuaian jenis, jumlah komoditas dan selanjutnya dilakukan pemeriksaan fisik dan kesehatan. Menurut hasil pemeriksaan diketahui perabotan kayu dalam kondisi kering, seluruh material kayu yang digunakan dalam produksi ini telah mengantongi sertifikasi Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian (SVLK), bebas serangga target dan diterbitkan Phytosanitary Certificate.
Karantina Jateng terus berkomitmen melakukan pengawasan secara rutin berkelanjutan sehingga perdagangan internasional terhadap produk pertanian perikanan berjalan lancar tanpa mengabaikan aspek perlindungan maksimal sumber daya alam hayati. Produk yang diekspor memiliki karakteristik alami dan ramah lingkungan sehingga menjadi primadona pasar global.
#karantinajateng
#jaganegeri
#fasilitasiperdagangan
#perlindunganmaksimal
#pelayananoptimal




