GUNUNGKIDUL, – Musim kemarau yang melanda wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta selama beberapa bulan terakhir memicu terjadinya bencana kekeringan dan krisis air bersih yang cukup parah di sejumlah kawasan dataran tinggi Kabupaten Gunungkidul. Merespons kondisi tersebut, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Yogyakarta hadir secara langsung di tengah masyarakat dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 52 tangki air bersih yang diturunkan secara bertahap.
Penyaluran air bersih gelombang pertama dilaksanakan pada Rabu (12/08/2026) dan dipimpin langsung oleh Kepala BKHIT Yogyakarta, Obing Hobir Asari, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia melalui program kepedulian sosial Karantina Berbagi. Penyerahan bantuan ini dipusatkan di beberapa titik lokasi terdampak parah, yaitu di Dusun Widoro Desa Giripurwo Kapanewon Purwosari yang diterima langsung oleh warga didampingi Dukuh Budi Santoso, Dusun Klampok (RT 12) Desa Giripurwo Kapanewon Purwosari yang diterima oleh warga bersama Dukuh Ibu Rinasih, serta Dusun Temu Ireng 1 Desa Girisuko Kapanewon Panggang yang diterima langsung oleh warga dan Dukuh Ibu Sri Winarsih.

Di sela-sela penyerahan bantuan, Kepala BKHIT DIY Obing Hobir Asari menyampaikan rasa keprihatinan yang mendalam atas musibah kekeringan yang dialami warga Gunungkidul.
"Kami turut prihatin dengan kondisi saat ini. Namun, apa pun kondisi yang sedang kita hadapi tentu harus tetap kita syukuri karena masih diberi nikmat kesehatan. Kami hadir ke sini mungkin membawa bantuan yang tidak banyak, tetapi mudah-mudahan dengan sedikit kepedulian ini dapat memberikan manfaat nyata, mendatangkan keberkahan, serta meredakan kesulitan air bersih warga," ujar Obing Hobir Asari.
Obing juga menambahkan bahwa selain bertugas sebagai garda terdepan pertahanan biologi (#BarantinJagaNegeri) dalam menjaga kehati-hatian sumber daya alam hayati, Karantina DIY berkomitmen untuk selalu hadir dan memiliki rasa kepedulian sosial yang tinggi terhadap masyarakat.
Apresiasi dan ucapan terima kasih mendalam disampaikan oleh perwakilan warga Dusun Widoro, Budi Santoso. Ia mengungkapkan bahwa bantuan air bersih dari Karantina DIY sangat vital bagi keberlangsungan hidup harian warga sekitar.
"Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada segenap pegawai BKHIT DIY yang telah peduli dengan kami. Kami merasa sangat terbantu sekali dan bantuan ini tentunya sangat berguna bagi warga di sini, karena air adalah salah satu kebutuhan pokok untuk manusia, hewan ternak, dan tumbuhan kami," ungkap Budi Santoso.
Hal senada diungkapkan oleh Dukuh Temu Ireng 1 Kapanewon Panggang, Sri Winarsih. Ia menjelaskan tantangan geografis yang dihadapi warga di dataran tinggi Gunungkidul selama musim kemarau.
"Walaupun di desa kami sudah ada jaringan PDAM, akan tetapi PDAM mengalir hanya sebulan sekali, itupun debit airnya kecil karena wilayah kami berada di dataran tinggi. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga. Bantuan air bersih dari BKHIT DIY ini sangat meringankan beban warga kami," jelas Sri Winarsih.
Penyaluran sisa dari total 52 tangki air bersih akan terus digelontorkan secara bertahap ke sejumlah padukuhan lain di Gunungkidul yang masih membutuhkan.




