Bangka Tengah - Badan Karantina Indonesia (Barantin) mendorong lada Bangka Belitung semakin memperluas pasar ekspor sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi petani dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) daerah.
Hal itu disampaikan Plt. Deputi Karantina Tumbuhan Barantin Dian S.R. Kusumastuti saat menghadiri Launching Holding UMKM Sektor Pertanian dan Perkebunan di Namang, Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu, (15/8).
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 8,2 ton lada biji milik PT Cinquer Agro Nusantara senilai sekitar Rp1,21 miliar dilepas untuk diekspor ke Belanda melalui Pelabuhan Tanjung Priok. Pada kesempatan yang sama juga diserahkan Surat Keputusan (SK) Tempat Lain untuk mendukung pelayanan karantina bagi pelaku usaha.
“Ini menunjukkan bahwa lada Bangka memiliki peluang untuk terus dikembangkan dan masuk ke pasar internasional. Tugas kita bersama adalah memastikan kualitas, standar, dan ketertelusurannya terpenuhi sehingga kepercayaan pasar terhadap lada Bangka semakin kuat,” ujar Dian.
Data Barantin menunjukkan ekspor lada Bangka Belitung sepanjang 2025 mencapai 1,37 ribu ton melalui 184 kali pengiriman dengan nilai sekitar Rp180 miliar. Komoditas tersebut antara lain dikirim ke Vietnam, Singapura, Jepang, Malaysia, dan Taiwan.
Tren positif berlanjut pada 2026. Hingga Juni, ekspor lada telah mencapai 919,5 ton senilai sekitar Rp148,9 miliar. Volume tersebut meningkat 25,75 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 731,2 ton.
Dian mengatakan peningkatan ekspor perlu diikuti penguatan ekosistem dari hulu hingga hilir, mulai dari kualitas produksi, pemenuhan standar, ketertelusuran hingga kesiapan pelaku usaha memenuhi persyaratan negara tujuan.
Barantin, lanjut dia, terus mendukung pelaku usaha melalui edukasi dan pendampingan, pemenuhan persyaratan teknis, ketertelusuran, serta pemeriksaan dan tindakan karantina pada tahap pelalulintasan dan ekspor.



