Logo

Bagaimana Karantina DKI Jakarta Mengawal Flora dan Fauna di Event Internasional?

26 Mei 2026
26 dibaca
Bagaimana Karantina DKI Jakarta Mengawal Flora dan Fauna di Event Internasional?

JAKARTA - Karantina DKI Jakarta terus berkomitmen memperluas edukasi publik mengenai pentingnya perlindungan sumber daya alam hayati Nusantara. Komitmen nyata tersebut diwujudkan melalui penerimaan kunjungan observasi lapangan dan wawancara tatap muka oleh mahasiswa Program Studi D4 MICE (Usaha Jasa Konvensi, Perjalanan Insentif, dan Pameran) Jurusan Administrasi Niaga Politeknik Negeri Jakarta (PNJ). Kunjungan akademik ini dilaksanakan sebagai bagian dari pemenuhan tugas mata kuliah Customs, Immigration, and Quarantine (CIQ) guna menyelaraskan teori perkuliahan dengan praktik pengawasan riil di pintu masuk negara.

Dalam sesi observasi dan diskusi interaktif tersebut, sebanyak 20 mahasiswa PNJ, melakukan bedah kasus mendalam mengenai prosedur karantina hewan dan tumbuhan pada ajang pameran internasional Flora and Fauna. Fokus kajian diarahkan pada alur digitalisasi pelayanan melalui aplikasi BEST-TRUST, manajemen risiko masuknya Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK), Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK), teknik sampling laboratorium, hingga mekanisme koordinasi satu pintu (single submission) antara panitia penyelenggara, Bea Cukai, dan Karantina DKI Jakarta. Rombongan mahasiswa PNJ diterima langsung oleh Mustamin, Ketua Tim Kerja Karantina Tumbuhan dan Imam Rahmadi, Penanggung Jawab Satuan Pelayanan Pelabuhan Tanjung Priok.

Kepala Karantina DKI Jakarta, Amir Hasanuddin, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif akademis dari para mahasiswa PNJ ini. Menurutnya, keterlibatan aktif generasi muda, khususnya calon pengelola industri event internasional (MICE), sangat krusial bagi masa depan penyelenggaraan event internasional. "Setiap Petugas Karantina di lapangan mengemban amanah besar untuk melakukan pengawasan ketat di garda terdepan guna mencegah masuknya hama penyakit berbahaya, sekaligus selalu siap mengawal sesuai negara tujuan untuk komoditas ekspor kita. Melalui kolaborasi edukatif ini, kami berharap para mahasiswa dapat mengintegrasikan regulasi karantina ke dalam manajemen logistik pameran, sehingga ke depan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif tanpa mengabaikan aspek keamanan hayati negara," jelas Amir.

Menjaga kelestarian sumber daya alam hayati dari ancaman penyakit endemik bukan hanya tugas tunggal Petugas Karantina, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh elemen bangsa. Sinergi antara otoritas karantina dan dunia akademisi ini diharapkan mampu melahirkan ekosistem industri pariwisata serta pameran internasional yang patuh hukum, aman, dan berkelanjutan.

Bagikan Berita