Barru – Menjelang Hari Raya Iduladha, aktivitas lalu lintas ternak di sejumlah titik pengeluaran utama kian meningkat. Di Pelabuhan Garongkong, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, sebanyak 113 ekor sapi yang akan dikirim menuju Batu Licin, Kalimantan Selatan, menjalani pemeriksaan oleh petugas karantina sebagai bagian dari upaya pengendalian penyakit hewan menular.
Kepala Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah menjelaskan bahwa dengan peningkatan permintaan hewan kurban menjelang Iduladha Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Karantina Sulsel harus melakukan dengan pengawasan yang lebih ketat dan terukur.
“Setiap sapi yang akan diberangkatkan wajib melalui serangkaian pemeriksaan kesehatan. Kami memastikan ternak yang dilalulintaskan dalam kondisi sehat, bebas penyakit, dan memenuhi seluruh persyaratan karantina,” ujarnya.
Sementara itu, terhadap ratusan ekor sapi yang akan dilalulintaskan tersebut petugas karantina melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh serta pengambilan sampel darah untuk pengujian laboratorium. Langkah ini dilakukan guna mendeteksi kemungkinan paparan brucellosis, penyakit hewan menular yang menjadi perhatian dalam distribusi ternak antardaerah.
Ia menambahkan, pengendalian brucellosis menjadi salah satu fokus utama karena dampaknya yang luas terhadap produktivitas ternak dan keberlanjutan usaha peternakan. Selain itu, aspek keamanan pangan asal hewan juga menjadi perhatian penting dalam rangka memberikan jaminan kepada masyarakat.
Di tengah proses pengawasan tersebut, Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari turut melakukan kunjungan langsung untuk meninjau kesiapan instalasi karantina hewan milik Karantina Sulawesi Selatan. Kunjungan ini menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah dalam memastikan seluruh prosedur berjalan optimal, khususnya dalam menghadapi lonjakan distribusi ternak menjelang Iduladha.
Bupati Barru dalam kesempatan tersebut mengapresiasi langkah Karantina Sulawesi Selatan yang telah melakukan pengawasan secara ketat dan sistematis. Menurutnya, kesiapan instalasi karantina menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas dan kesehatan hewan yang akan didistribusikan ke luar daerah.
"Jaminan kesehatan ternak dapat meningkatkan nilai ekonomi. Sehingga Barru harus menjadi pemerintahan yang aware terhadap pemilik ternak dan konsumen dari hulu sampai hilir," tutur Bupati Barru
Chadidjah menambahkan selain pemeriksaan kesehatan, petugas juga melakukan verifikasi dokumen serta pencocokan jumlah dan identitas ternak. Seluruh tahapan tersebut merupakan bagian dari sistem pengawasan terpadu yang bertujuan mencegah penyebaran penyakit antarwilayah.
“Sinergi antara pemerintah daerah dan Karantina dinilai menjadi kunci dalam menjaga kualitas distribusi ternak. Kepatuhan terhadap prosedur karantina diharapkan dapat terus ditingkatkan oleh seluruh pelaku usaha dan peternak,” tutup Chadidjah.
Dengan langkah tersebut, pemerintah memastikan bahwa setiap hewan kurban yang sampai ke masyarakat tidak hanya memenuhi kebutuhan, tetapi juga terjamin kesehatannya khususnya menjelang Iduladha
Narahubung :
Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Utama Badan Karantina Indonesia
Siaran Pers
Badan Karantina Indonesia
Nomor: 3304/R-Barantin/04.2026
Barru, 29 April 2026


