Logo

Cattle Bone Grist Menembus Pasar Jepang, Karantina Jakarta Periksa 168 Ton Produk Senilai Rp1,76 Miliar

28 Oktober 2026
102 dibaca
Cattle Bone Grist Menembus Pasar Jepang, Karantina Jakarta Periksa 168 Ton Produk Senilai Rp1,76 Miliar

Kontributor

Jakarta, Produk hasil samping pengolahan tulang sapi atau cattle bone grist berhasil menembus pasar Jepang dengan volume sebanyak 168 ton dan nilai mencapai USD 98.095 atau setara dengan sekitar Rp1,76 miliar. Ekspor ini menunjukkan potensi pemanfaatan material yang merupakan limbah menjadi komoditas bernilai ekonomi dan berdaya saing di pasar internasional.

Karantina Jakarta melakukan pemeriksaan terhadap komoditas tersebut untuk memastikan pemenuhan persyaratan karantina serta ketentuan yang ditetapkan oleh negara tujuan. Pemeriksaan juga berfokus pada keamanan dan mutu produk asal hewan, guna memastikan kesesuaian produk dengan persyaratan teknis dan standar yang berlaku di Jepang.

Melalui pengolahan yang tepat, material yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah dapat memiliki nilai tambah dan peluang pasar yang lebih luas. Dengan volume mencapai 168 ton dan nilai ekspor sekitar Rp1,76 miliar, komoditas ini memperlihatkan bahwa pemanfaatan hasil samping secara optimal dapat memberikan kontribusi ekonomi sekaligus membuka peluang perdagangan internasional.

Kepala Karantina Jakarta, Arum Kusnila Dewi, menyampaikan bahwa pemeriksaan karantina memiliki peran penting dalam memastikan komoditas ekspor memenuhi persyaratan negara tujuan sekaligus mendukung kelancaran perdagangan. “Pemeriksaan karantina tidak hanya berfokus pada pemenuhan persyaratan teknis, tetapi juga memperhatikan keamanan dan mutu produk asal hewan. Kami berkomitmen memastikan setiap komoditas yang diekspor memenuhi ketentuan yang berlaku sehingga dapat mendukung kepercayaan negara tujuan terhadap produk Indonesia,” ujar Arum.

Ia menambahkan bahwa sinergi antara petugas karantina dan pelaku usaha serta kepatuhan terhadap persyaratan ekspor merupakan faktor penting dalam menjaga kualitas produk dan memperluas akses pasar internasional. Ekspor cattle bone grist ke Jepang ini menjadi salah satu contoh potensi pengembangan produk bernilai tambah yang dapat memperkuat daya saing komoditas Indonesia di pasar global.

Bagikan Berita