Semarang (25/06) - Guna mengantisipasi lonjakan lalu lintas ternak dan potensi penyebaran penyakit menular, Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (Karantina) Jawa Tengah memperketat pengawasan di tempat pemasukan. Petugas karantina melakukan skrining dan tindakan tindakan pengasingan pengamatan secara ketat di Instalasi Karantina Hewan (IKH) sebagai langkah deteksi dini terhadap ancaman Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD).
Peningkatan intensitas pemeriksaan ini dilakukan seiring tingginya frekuensi pengiriman sapi, baik domestik antar-pulau maupun impor dari luar negeri. Karantina Jawa Tengah menegaskan tidak ada toleransi bagi sapi berisiko tinggi mengabaikan prosedur biosekuriti. Mengingat dampak kerugian ekonomi dan sosial jika terjadi wabah penyakit membahayakan di masyarakat.
Selama berada di Instalasi Karantina Hewan, seluruh pemasukan ternak sapi menjalani masa pengamatan intensif oleh petugas karantina berupa pemeriksaan klinis secara menyeluruh, mulai dari pengecekan suhu tubuh, pemeriksaan rongga mulut dan kuku untuk gejala PMK, hingga pengamatan kondisi kulit dari potensi munculnya nodul atau benjolan khas akibat virus LSD.
Selain pengamatan fisik secara visual, petugas karantina juga mengambil sampel darah dan swab mukosa untuk diuji secara berkala di laboratorium menggunakan metode PCR (Polymerase Chain Reaction). Selama masa karantina ini, wilayah IKH dipastikan berada dalam status biosekuriti maksimum, sterilisasi angkutan, penyemprotan disinfektan secara berkala.
Dalam siaran persnya, Kepala Karantina Jawa Tengah, Hari Yuwono Ady menyatakan bahwa langkah preventif karantina yang dilakukan di IKH merupakan manifestasi nyata dari fungsi karantina sebagai filter pertahanan hayati dan ketahanan pangan negara. Melalui skrining berlapis, Karantina Jawa Tengah sebagai garda terdepan berkomitmen memastikan bahwa setiap ekor sapi benar-benar dalam kondisi sehat, aman, dan layak konsumsi guna melindungi populasi ternak nasional. Akhirnya sapi dibebaskan dengan penerbitan Sertifikat Pelepasan Karantina.
#KarantinaJateng
#JagaNegeri
#PerkuatBiosekuriti
#PerlindunganMaksimal
#PelayananOptimal




