Logo

FGD Persiapan Ekspor Kopi Bengkulu, Karantina Bengkulu Dorong Pengiriman Langsung dari Bengkulu

1 September 2026
98 dibaca
FGD Persiapan Ekspor Kopi Bengkulu, Karantina Bengkulu Dorong Pengiriman Langsung dari Bengkulu

FGD Persiapan Ekspor Kopi Bengkulu, Karantina Bengkulu Dorong Pengiriman Langsung dari Bengkulu

BENGKULU, 31 Agustus 2026 – Dalam rangka mendorong peningkatan ekspor komoditas unggulan daerah, Karantina Bengkulu menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Persiapan Ekspor Kopi Bengkulu yang diadakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Senin (31/8/2026).

Kegiatan tersebut mempertemukan sejumlah pemangku kepentingan terkait, di antaranya Karantina, Bea Cukai, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Badan Pusat Statistik (BPS), serta pihak eksportir, PT Alko Sumatera Kopi.

FGD menjadi wadah untuk membahas kesiapan serta berbagai kebutuhan dalam mewujudkan ekspor kopi secara langsung dari Provinsi Bengkulu. Selain membuka peluang peningkatan nilai ekonomi komoditas kopi, ekspor langsung diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi petani dan pelaku usaha kopi di daerah.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Muhammad Irfan Octama, dalam sambutannya menyampaikan bahwa ekspor kopi memiliki potensi besar dalam mendorong perekonomian Provinsi Bengkulu.

“Ekspor kopi Provinsi Bengkulu dapat mendorong perekonomian daerah. Dengan adanya pengiriman langsung komoditas kopi dari Provinsi Bengkulu, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bapak Gubernur juga sangat mendukung upaya ini,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan PT Alko Sumatera Kopi menyampaikan bahwa kopi dari Bengkulu sebelumnya telah diekspor melalui daerah lain, seperti Lampung dan Medan. Kondisi tersebut membuat rantai proses ekspor menjadi lebih panjang dan membutuhkan koordinasi dengan berbagai pihak.

“Dari Bengkulu ini bukan pertama kali kami mengirim kopi. Selama ini pengiriman dilakukan melalui provinsi tetangga. Kami melibatkan banyak pihak, namun salah satu kendala yang kami hadapi adalah belum adanya tempat untuk melakukan prosesing di Bengkulu,” jelasnya.

Kepala Karantina Bengkulu, Betty Fajarwati, M.H., menyampaikan dukungannya terhadap rencana pengembangan ekspor kopi dari Provinsi Bengkulu. Menurutnya, Karantina Bengkulu siap menjalankan tugas dan fungsi dalam mendukung kelancaran perdagangan komoditas pertanian, khususnya melalui pemenuhan persyaratan karantina negara tujuan.
"Kami berharap ekspor kopi ini dapat secara berkelanjutan diekspor melalui Provinsi Bengkulu sehingga tercatat sebagai komoditas dari Bengkulu,” ungkap Betty.
Ia menambahkan, Karantina Bengkulu memiliki memastikan komoditas pertanian yang akan dilalulintaskan memenuhi persyaratan kesehatan yang ditetapkan negara tujuan.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, instansi teknis, pelaku usaha, dan eksportir, FGD ini diharapkan dapat menghasilkan langkah konkret dalam mempersiapkan ekosistem ekspor kopi dari Bengkulu. Dukungan terhadap fasilitas pengolahan, pemenuhan regulasi, sertifikasi, serta koordinasi antarinstansi menjadi bagian penting untuk mewujudkan ekspor kopi secara langsung dari Provinsi Bengkulu.
#KarantinaBengkulu
#GoEkspor
#KopiBengkulu
#PelindunganMaksimalPelayananOptimal

Bagikan Berita