Semarang - Produk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Komoditas kerupuk udang premium produksi lokal Jawa Tengah berhasil menembus pasar United Kingdom setelah memenuhi standar keamanan pangan Eropa secara ketat.
Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Jawa Tengah (Karantina Jateng) memfasilitasi perdagangan global dengan menerbitkan sertifikat kesehatan sebagai jaminan keberterimaan di negara tujuan. Langkah strategis ini diharapkan menjadi katalisator bagi kebangkitan makanan olahan produk perikanan di pasar internasional.
Hari Yuwono Ady selaku Kepala Karantina Jateng mengungkapkan bahwa pasar Eropa terkenal memiliki regulasi ambang batas keamanan pangan ketat, terutama ketertelusuran bahan baku udang. Pengiriman produk pangan olahan perikanan berupa kerupuk udang ke United Kingdom membuktikan diminati oleh Masyarakat Eropa. Keberhasilan kegiatan ekspor menunjukkan produk tersebut berkualitas setara standar internasional.
Sebelum berlayar menuju United Kingdom, petugas karantina melakukan tindakan pemeriksaan fisik dan kesehatan terhadap 16 ton kerupuk udang (prawn cracker), 880 karton.
Guna memastikan kelancaran arus logistik, petugas juga melakukan pemeriksaan administrasi hingga cetak sertifikat kesehatan. Menurut hasil pemeriksaan diketahui kerupuk udang dalam kondisi kering, aman dikonsumsi dan layak diekspor.
Tekstur renyah dan cita rasa gurih kerupuk udang memiliki potensi akses pasar ekspor secara luas untuk pemenuhan kebutuhan supermarket modern dan sajian pelengkap kuliner restoran di United Kingdom. Karantina Jateng terus mendorong UMKM agar lebih berproduktif dan pengiriman ini diproyeksikan akan berlanjut secara berkelanjutan guna mendongkrak neraca perdagangan sepanjang tahun ini.
#karantinajateng
#jaganegeri
#fasilitasiperdagangan
#perlindunganmaksimal
#pelayananoptimal




