Makassar - Karantina Sulsel menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) pengawasan lalu lintas ternak menjelang Iduladha 2026, Rabu (29/4). Pertemuan ini bertujuan memperkuat komitmen lintas instansi dalam menjamin ketersediaan hewan kurban yang sehat dan layak bagi masyarakat.
Kepala Karantina Sulsel, Sitti Chadidjah, dalam sambutannya mengatakan penguatan sistem karantina di garda terdepan menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas pasokan lokal dan menjamin hewan kurban tetap bebas dari penyakit menular.
"Kami fokus pada tiga hal utama, menjamin pasokan ternak dengan memaksimalkan potensi lokal, memastikan hewan kurban bebas dari penyakit menular seperti PMK, serta memperkuat sistem karantina di garda terdepan, terutama pada titik-titik rawan yang belum ditetapkan," tegasnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Perwakilan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Prov. Sulsel, Sriyanti Haruni, memaparkan materi mengenai penyiapan ternak yang ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal).Rakor ini juga menyoroti kerawanan jalur masuk ilegal atau "pelabuhan tikus".
Oleh karena itu, seluruh instansi berkomitmen memperkuat kolaborasi guna menjaga titik-titik perbatasan dan pelabuhan tikus tersebut. Di sisi lain, pihak Pelindo berkomitmen mengoptimalkan perangkat X-ray di pelabuhan guna mencegah penyelundupan komoditas wajib lapor. Dukungan juga datang dari Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) yang menyiagakan tenaga medis veteriner untuk pemeriksaan ante-mortem dan post-mortem di lokasi penyembelihan.
Melalui kolaborasi satgas terpadu ini, diharapkan pelaksanaan Iduladha 2026 di Sulawesi Selatan berjalan sukses dengan jaminan keamanan pangan yang maksimal.


