Bengkulu - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Bengkulu (Balai Karantina Bengkulu) mendorong mahasiswa Universitas Bengkulu (Unib) menjadi duta karantina yang ikut menyebarkan pemahaman mengenai perlindungan sumber daya hayati, ketahanan pangan, hingga peran karantina dalam mendukung perdagangan.
Dorongan tersebut disampaikan dalam kegiatan Karantina Goes to Campus di Universitas Bengkulu, Kamis (8/10).
Kepala Karantina Bengkulu Betty Fajarwati mengatakan, mahasiswa perlu memahami bahwa tugas karantina tidak hanya berkaitan dengan pemeriksaan di pintu masuk dan keluar.
“Dengan edukasi ini diharapkan tugas-tugas karantina tersampaikan kepada generasi Z. Karantina tidak hanya mencegah penyakit, tetapi juga melindungi sumber daya hayati, mendukung ketahanan pangan dan diplomasi ekonomi,” kata Betty.
Menurut dia, mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi perpanjangan informasi kepada masyarakat mengenai pentingnya perkarantinaan.
“Adik-adik mahasiswa ini nantinya yang akan menggantikan kami. Intinya, sekarang mereka menjadi duta karantina dan ke depan bisa mengedukasi lebih jauh bagaimana tugas karantina,” ujarnya.
Kegiatan tersebut melibatkan mahasiswa dan dosen dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam serta Fakultas Pertanian Unib.
Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Bengkulu Kamaludin mengatakan, karantina memiliki peran penting dalam menjaga keanekaragaman hayati Indonesia.
“Badan Karantina Indonesia ini seperti benteng untuk kelestarian keragaman hayati yang harus kita jaga. Negara ini tidak hanya dibentengi oleh tentara, tetapi juga perlu badan-badan lain yang membentengi kita, termasuk keragaman hayati, ekonomi dan laut kita,” ujar Kamaludin.
Menurut dia, perlindungan tersebut tidak hanya penting dalam lalu lintas komoditas antarnegara, tetapi juga antarwilayah.
Ia mencontohkan pergerakan komoditas dari wilayah seperti Pulau Enggano menuju daerah lain di Provinsi Bengkulu yang tetap membutuhkan pengawasan untuk mencegah risiko penyebaran hama dan penyakit.
Kamaludin juga menyambut rencana penguatan kerja sama antara Universitas Bengkulu dan Badan Karantina Indonesia, termasuk peluang bagi mahasiswa untuk mengikuti program magang.
Menurut dia, kerja sama tersebut dapat memberikan pengalaman praktis yang tidak seluruhnya diperoleh mahasiswa melalui pembelajaran di ruang kelas.
“Pengetahuan praktis itu terkadang memang tidak bisa kita pelajari di buku. Karena itu perlu hadirnya orang-orang praktis di kampus untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa,” katanya.
Mahasiswa dari fakultas yang relevan, terutama Fakultas MIPA dan Fakultas Pertanian, dinilai memiliki peluang untuk memperoleh pengalaman langsung mengenai proses kerja karantina melalui program magang.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkaya pemahaman mahasiswa mengenai penerapan ilmu di lapangan sekaligus melatih kemampuan mengambil keputusan dalam dunia kerja.
Kegiatan Karantina Goes to Campus menjadi bagian dari rangkaian Hari Karantina Indonesia ke-149 dan HUT ke-3 Badan Karantina Indonesia.
Melalui kegiatan tersebut, Karantina Bengkulu dan Universitas Bengkulu membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara dunia kampus dan institusi karantina, baik melalui edukasi, praktik lapangan, maupun program magang bagi mahasiswa.
Narahubung :
Kepala Biro Hukum dan Humas, Sekretariat Utama, Badan Karantina Indonesia
Siaran Pers Badan Karantina Indonesia
No. 1810/R-Barantin/10.2026
Bengkulu, 9 Oktober 2026




