Pangkalpinang— Badan Karantina Indonesia melalui Balai Karantina Kepulauan Bangka Belitung mendorong generasi muda ikut mengambil peran dalam pengembangan komoditas unggulan daerah agar mampu menembus pasar internasional.
Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Karantina Goes to Campus di Universitas Bangka Belitung (UBB), Kamis (8/10).
Salah satu komoditas yang menjadi sorotan adalah lada Bangka Belitung yang dinilai memiliki peluang untuk terus dikembangkan melalui peningkatan kualitas, inovasi, nilai tambah, dan pemenuhan persyaratan pasar ekspor.
Kepala Karantina Kepulauan Bangka Belitung Herwintarti mengatakan, mahasiswa memiliki posisi strategis karena dapat menjadi bagian dari ekosistem pengembangan ekonomi daerah.
“Generasi muda bukan hanya menjadi penerus, tetapi juga dapat menjadi bagian dari diplomasi ekonomi Indonesia. Melalui pengetahuan, inovasi, dan kreativitas, Gen Z dapat ikut memperkenalkan serta mendorong produk unggulan daerah agar mampu bersaing di pasar global,” ujar Herwintarti di Pangkalpinang, Jumat, (9/10).
Menurut dia, potensi komoditas daerah tidak cukup hanya mengandalkan produksi. Produk yang hendak memasuki pasar internasional juga harus mampu memenuhi berbagai persyaratan kesehatan, kualitas, ketertelusuran, hingga ketentuan teknis negara tujuan.
Karena itu, Karantina tidak hanya menjalankan fungsi perlindungan sumber daya hayati, tetapi juga mendukung kelancaran lalu lintas komoditas dan pemenuhan persyaratan ekspor.
Dalam kegiatan tersebut, Ade Manik Cristian dari Karantina Kepulauan Bangka Belitung menjelaskan peran karantina dalam memastikan komoditas yang dilalulintaskan memenuhi ketentuan yang berlaku.
Sementara Fajar Noor R dari PT Cinquer Agro Nusantara mengajak mahasiswa melihat lebih dekat potensi lada Bangka Belitung dari sisi pengembangan usaha dan pasar.
Ia membahas pentingnya peningkatan kualitas produk, nilai tambah, serta pembangunan rantai usaha yang mampu menjawab kebutuhan pasar ekspor.
Dekan Fakultas Pertanian, Perikanan, dan Kelautan UBB Riwan Kusmiadi mengatakan, kolaborasi perguruan tinggi dengan Karantina membuka ruang bagi mahasiswa untuk memahami keterkaitan antara pengetahuan akademik dan kebutuhan dunia usaha.
Menurut dia, mahasiswa juga perlu memperoleh wawasan mengenai komoditas unggulan, standar produk, peluang usaha, serta tantangan yang dihadapi ketika membawa produk lokal ke pasar internasional.
Kolaborasi Karantina dan UBB sebelumnya telah berjalan melalui program magang mahasiswa.
Ke depan, kerja sama tersebut diharapkan berkembang melalui riset, inovasi, pengembangan komoditas unggulan, serta peningkatan kapasitas generasi muda.
Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya menjadi penerima pengetahuan, tetapi juga dapat terlibat dalam menghasilkan inovasi yang mendukung pengembangan ekonomi daerah.
Kegiatan Karantina Goes to Campus tersebut menjadi bagian dari rangkaian Hari Karantina Indonesia ke-149 dan HUT ke-3 Badan Karantina Indonesia.
Melalui kegiatan tersebut, Karantina Babel dan UBB mendorong agar generasi muda tidak hanya mengenal potensi komoditas daerah, tetapi juga memahami bagaimana komoditas seperti lada dapat dibawa dari tingkat produksi menuju pasar global.
Bagi Bangka Belitung, keterlibatan Gen Z diharapkan menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga agar lada tidak hanya dikenal sebagai komoditas lokal, tetapi terus memiliki tempat di pasar internasional.
Narahubung :
Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Utama Badan Karantina Indonesia
Siaran Pers
Badan Karantina Indonesia
Nomor: 1910/R-Barantin/10.2026
Pangkalpinang, 9 Oktober 2026



