Logo

Karantina Papua Hadiri Rilis Kasus Penyelundupan Vanili Ilegal Asal PNG Senilai Miliaran Rupiah

19 Mei 2026
43 dibaca
Karantina Papua Hadiri Rilis Kasus Penyelundupan Vanili Ilegal Asal PNG Senilai Miliaran Rupiah

Kontributor

JAYAPURA – Tim gabungan dari berbagai instansi dan aparat keamanan berhasil menggagalkan penyelundupan komoditas ilegal asal Papua Nugini (PNG) serta narkotika di wilayah Jayapura. Barang bukti yang diamankan meliputi 490 kilogram vanili senilai Rp1,2 miliar, 66 koli pakaian bekas (ballpress), dan 2 kilogram ganja.

Keberhasilan penangkapan ini dipaparkan dalam acara press release sinergitas yang berlangsung di Markas Komando Daerah Militer (Kodaeral) X pada Senin (18/5/2026).
Gagalnya upaya penyelundupan ini bermula pada Kamis (14/5/2026) sekitar pukul 15.45 WIT. Tim gabungan dari Kodaeral X dan Bea Cukai Jayapura melakukan pemeriksaan terhadap dua kontainer milik Toko Vatos di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Laut Jayapura.
Dari hasil pemeriksaan intensif di lapangan, petugas menemukan Vanili asal PNG: Sebanyak 490 kg dengan taksiran nilai jual mencapai Rp1,2 Miliar; Pakaian Bekas (Ballpress): Sebanyak 66 koli; Narkotika: Ganja seberat 2 kg yang ditemukan di tempat terpisah.

Merespons temuan tersebut, Karantina Papua hadir sebagai pelaksana Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.

Vanili merupakan salah satu komoditas media pembawa yang wajib dilaporkan dan diperiksa secara ketat. Dalam kasus ini, Karantina Papua berperan penting dalam memeriksa fisik serta melakukan analisis risiko terhadap komoditas vanili yang masuk dari luar negeri (PNG) tanpa dokumen resmi.

Di tempat terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Karantina Papua menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh tindakan tegas terhadap segala bentuk penyelundupan.
"Karantina Papua berkomitmen mendukung penuh sinergitas antar-instansi di lapangan. Tugas kita bersama adalah menjaga keamanan sumber daya hayati serta memastikan seluruh komoditas pangan yang masuk melalui wilayah pabean benar-benar aman bagi masyarakat di Provinsi Papua. Kami berharap kolaborasi erat ini terus tumbuh dan semakin kuat ke depannya," tegasnya.," ujarnya.

#karantinapapua #perlindunganmaksimalpelayananoptimal

Bagikan Berita