KULON PROGO – Menjelang operasional perdana Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) sebagai bandara embarkasi dan debarkasi haji tahun 2026, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Daerah Istimewa Yogyakarta (Karantina Yogyakarta) menyatakan kesiapannya dalam mengawal keamanan komoditas yang dibawa oleh jamaah.

Karantina Yogyakarta memegang peranan krusial dalam memastikan tidak ada agen penyakit (hama) yang masuk maupun keluar melalui barang bawaan jamaah haji, yang berasal dari wilayah DIY dan Keresidenan Kedu.
Garda Terdepan Biosekuriti
Kepala Karantina Yogyakarta menegaskan bahwa keterlibatan personil karantina dalam Posko Monitoring Angkutan Haji 1447 H ini bertujuan untuk memberikan edukasi sekaligus pengawasan terhadap barang-barang kategori wajib periksa karantina.
"Sebagai bandara embarkasi baru, tantangan kita adalah memastikan jamaah memahami aturan terkait pembatasan membawa produk hewan, ikan, maupun tumbuhan tertentu ke luar negeri, serta yang paling utama adalah pengawasan ketat saat fase debarkasi (kepulangan) nanti," ujarnya.
Fokus Layanan dan Mitigasi
Peran strategis Karantina Yogyakarta dalam menyukseskan angkutan haji 2026 meliputi beberapa poin utama:
Pemeriksaan Barang Bawaan: Melakukan skrining terhadap oleh-oleh atau barang bawaan yang berisiko membawa Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK), Hama Penyakit Ikan Karantina (HPIK), maupun Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).
Percepatan Layanan: Menyiapkan personil yang responsif di titik-titik pemeriksaan pabean untuk memastikan proses pemeriksaan karantina berjalan cepat tanpa menghambat alur pergerakan jamaah di terminal.
Sinergi Lintas Instansi: Berkolaborasi intensif dengan Bea Cukai, Imigrasi, dan pengelola bandara (Angkasa Pura Indonesia) dalam sistem satu atap pengawasan di bandara.
Edukasi Proaktif: Memberikan sosialisasi kepada para jamaah mengenai daftar barang yang dilarang atau dibatasi guna menghindari penyitaan yang dapat mengganggu kenyamanan jamaah.
Mendukung Kenyamanan Tamu Allah
Kehadiran Karantina Yogyakarta di Posko Monitoring bukan hanya soal penegakan aturan, tetapi juga bagian dari pelayanan humanis untuk memastikan perjalanan ibadah haji berjalan aman dan sehat. Dengan pengawasan yang ketat namun tetap santun, Karantina Yogyakarta berkomitmen menjaga kedaulatan hayati Indonesia sekaligus mendukung kesuksesan bersejarah YIA sebagai pintu gerbang ibadah haji.
"Kami ingin memastikan setiap jamaah dapat berangkat dengan tenang dan kembali ke tanah air dengan membawa kenangan manis tanpa membawa risiko penyakit yang dapat membahayakan ekosistem pertanian dan peternakan di wilayah Yogyakarta," pungkasnya.




