Logo

Karding: Barantin Siapkan Klinik Ekspor untuk Dorong UMKM Tembus Pasar Global

21 Agustus 2026
73 dibaca
Karding: Barantin Siapkan Klinik Ekspor untuk Dorong UMKM Tembus Pasar Global

Kontributor

Tangerang - Badan Karantina Indonesia (Barantin) menyiapkan klinik ekspor untuk membantu pelaku usaha, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mempersiapkan produk agar memenuhi standar dan persyaratan negara tujuan.

Kepala Barantin Abdul Kadir Karding mengatakan, klinik ekspor merupakan salah satu bentuk pendampingan yang dikembangkan untuk membantu pelaku usaha memahami berbagai persyaratan sebelum produknya dikirim ke pasar internasional.

“Klinik ekspor ini adalah model yang kita buat dalam rangka melakukan pendampingan terhadap para pengusaha dan para petani dalam rangka mempersiapkan diri untuk memenuhi standar ekspor yang dibutuhkan oleh negara-negara tujuan ekspor,” ujar Karding dalam konferensi pers seusai kegiatan Merdeka Ekspor di Satuan Pelayanan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat, (21/8).

Menurut Karding, pendampingan perlu dilakukan sejak awal karena tantangan pelaku usaha untuk menembus pasar internasional tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghasilkan produk.

Pelaku usaha juga harus memahami standar negara tujuan, menjaga mutu dan konsistensi produk, serta memastikan ketertelusuran atau traceability.

“Barantin tidak hanya di border sebagai biosecurity, tetapi harus menyiapkan mutu yang baik, ketelusuran atau traceability yang baik, dan juga memenuhi standar-standar sesuai dengan protokol di negara yang disepakati,” kata Karding.

Ia mengatakan, model pendampingan melalui klinik ekspor akan terus didorong dan dikembangkan, terutama di daerah yang memiliki potensi komoditas ekspor besar tetapi pelaku usahanya masih menghadapi berbagai kendala.

Salah satunya adalah Banten yang memiliki beragam komoditas potensial untuk pasar internasional.

Karding mengatakan, Barantin akan mendorong pembinaan bersama pemerintah daerah dan pelaku usaha besar yang telah memiliki standar mutu serta pengalaman ekspor.

“Kita akan melakukan pendampingan kemudian pembinaan bersama dengan pemda, bersama dengan pengusaha-pengusaha besar yang punya standar mutu yang bagus dan punya standar ekspor yang baik,” ujarnya.

Tantangan UMKM Masuk Pasar Ekspor

Karding mengungkapkan, salah satu persoalan yang masih banyak ditemukan pada pelaku usaha adalah keterbatasan manajemen untuk mengelola kegiatan ekspor.

Selain itu, akses terhadap modal dan kemampuan mempertahankan konsistensi kualitas produk juga menjadi tantangan.

“Problem rata-rata yang kita temukan di lapangan seperti itu, manajemen mereka juga terbatas untuk ekspornya, biasanya juga akses modal, kemudian mempertahankan konsistensi produk,” kata Karding.

Menurut dia, persoalan tersebut membutuhkan kolaborasi lintas pihak. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan pihak lain yang memiliki kapasitas perlu bersama-sama membantu UMKM agar lebih siap memasuki pasar internasional.

Karding menilai keberadaan pelaku usaha besar yang telah memiliki pengalaman ekspor juga dapat menjadi bagian dari ekosistem pendampingan bagi UMKM. Dengan demikian, UMKM tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai persyaratan ekspor, tetapi juga dapat belajar mengenai bagaimana menjaga kualitas dan konsistensi produk.

Selain memperkuat kesiapan UMKM, Karding juga mendorong pelaku usaha meningkatkan nilai tambah produk melalui hilirisasi. Menurut dia, Indonesia memiliki banyak komoditas tropis yang diminati pasar internasional. Namun, potensi tersebut perlu diikuti dengan pengembangan produk olahan agar manfaat ekonominya semakin besar.

“Memang harus didorong tidak hanya mengekspor barang mentah. Hilirisasinya ini yang harus kita dorong,” ujar Karding.

Ia mencontohkan produk berbahan dasar sarang burung walet yang telah diolah menjadi produk siap konsumsi. Menurutnya, pengolahan produk sebelum diekspor dapat meningkatkan nilai tambah sekaligus membuka lebih banyak lapangan pekerjaan.

“Kalau bisa diekspor dalam bentuk produk yang sudah diolah, nilai tambah dan tenaga kerja jadi banyak,” katanya.

Karding menegaskan, Barantin akan terus mendorong pelayanan yang cepat dan efisien dengan tetap memastikan aspek keamanan dan pemenuhan standar karantina. “Pokoknya karantina supaya cepat, efisien, dan tetap aman,” ujar Karding.

Bagikan Berita