Dalam kegiatan tersebut, Kepala Badan melakukan diskusi dengan pimpinan perusahaan serta meninjau langsung tahapan dan proses produksi di fasilitas pemrosesan. Diskusi membahas pentingnya sinergi antara karantina dan pelaku usaha dalam mendukung kelancaran ekspor komoditas kayu tanpa mengesampingkan aspek keamanan hayati.
"Kendala kami adalah belum adanya pelabuhan ekspor serta keterbatasan sumber daya manusia sehingga kapasitas produksi masih terbatas," ungkap Baba Singh selaku pimpinan perusahaan.
Menanggapi hal tersebut, Sahat Manaor Panggabean menegaskan bahwa karantina hadir untuk mendukung pelaku usaha.
"Karantina hadir untuk membantu pelaku usaha menjamin mutu produk yang akan dikirim serta memastikan bebas dari OPTK. Selain itu, kami juga telah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi untuk mendorong peningkatan fasilitas pelabuhan dan bandara internasional sehingga ke depan proses ekspor dapat berjalan lebih efektif," ujarnya.
Pihak perusahaan turut memaparkan tahapan proses produksi kayu sebelum menjadi produk turunan yang siap diekspor, sistem pengolahan dan pemanfaatan limbah, serta ragam produk yang dihasilkan.
Melalui kunjungan ini, diharapkan terjalin kolaborasi yang semakin kuat antara karantina dan pelaku usaha dalam menjaga mutu komoditas serta meningkatkan daya saing ekspor dari Kalimantan Tengah.
#Karantinakalimantantengah
#LaporKarantina
#kunjungankabarantin


