Logo

Lebih dari Sekadar Skor, SPIP Jadi Cermin Tata Kelola Karantina

13 September 2026
27 dibaca
Lebih dari Sekadar Skor, SPIP Jadi Cermin Tata Kelola Karantina

Kontributor

Makassar – Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) bukan sekadar tentang angka atau capaian penilaian. Lebih dari itu, penerapan SPIP menjadi salah satu cerminan bagaimana sebuah organisasi menjalankan tata kelola yang efektif, akuntabel, taat aturan, dan berintegritas.

Semangat tersebut menjadi perhatian dalam rapat tindak lanjut Penjaminan Kualitas SPIP Terintegrasi Regional Sulawesi yang digelar Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Selatan (Karantina Sulawesi Selatan) pada 10 -12 September 2026.

Kegiatan ini dihadiri oleh Inspektur, dan Tim Inspektorat Badan Karantina Indonesia (Barantin), Kepala UPT Regional Sulawesi, serta tim Satuan Tugas (Satgas) Regional Sulawesi. Penjaminan Kualitas SPIP Terintegrasi menjadi bagian dari upaya bersama untuk mengevaluasi sekaligus membenahi penerapan SPIP pada enam Unit Pelaksana Teknis (UPT) Karantina di Regional Sulawesi.

Berdasarkan hasil evaluasi terhadap pemenuhan dan penginputan bukti dukung (evidence), masih terdapat sejumlah aspek yang perlu disempurnakan bersama. Evaluasi tersebut menjadi pijakan bagi masing-masing UPT untuk memastikan setiap bukti dukung tidak hanya terpenuhi secara administratif, tetapi juga mampu menggambarkan penerapan sistem pengendalian intern yangberjalan secara efektif dalam pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi.

Inspektur Badan Karantina Indonesia, Riswan, yang hadir memberikan arahan serta membuka kegiatan, menekankan pentingnya ketepatan pemenuhan bukti dukung serta validitas data yang diinput ke dalam sistem. Namun, menurutnya, hal yang jauh lebih penting adalah memastikan substansi SPIP benar-benar diterapkan dalam tata kelola organisasi.

“Terkait dengan SPIP, saya berharap Bapak dan Ibu sekalian tidak menjadikannya sebagai ajang untuk sekadar mengejar nilai, karena substansi jauh lebih penting daripada skor yang ada. Jadikan penilaian SPIP ini sebagai motivasi untuk membuat organisasi kita semakin efisien, akuntabel, dan taat terhadap aturan. Kualitas SPIP dapat menjadi salah satu cerminan kualitas organisasi kita,” tegas Riswan.

Melalui pendampingan tersebut, seluruh UPT Karantina di Regional Sulawesi didorong untuk melakukan penyempurnaan secara berkelanjutan, mulai dari kesesuaian bukti dukung hingga penguatan implementasi sistem pengendalian intern di masing-masing satuan kerja. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola yang semakin efektif dan mampu memitigasi berbagai risiko dalam pelaksanaan tugas organisasi.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah, menegaskan bahwa SPIP memiliki peran strategis dalam membangun sistem pengawasan sekaligus tata kelola organisasi yang semakin baik.

“Kita meyakini SPIP memiliki peran yang sangat penting dalam pengawasan organisasi. SPIP bukan sekadar kewajiban administratif atau persoalan mengumpulkan evidence, tetapi bagaimana sistem ini benar-benar menjadi bagian dalam membangun tata kelola organisasi yang baik, tertib, dan berintegritas,” ujar Sitti Chadidjah.

Dirinya juga berterimakasih atas kehadiran Inspektur Badan Karantina Indonesia yang memberikan secara langsung kepada jajaran Karantina di Regional Sulawesi.

“Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi kehadiran Bapak Inspektur yang telah meluangkan waktu untuk memberikan arahan kepada kami. Pendampingan ini menjadi momentum bagi seluruh UPT Karantina di Regional Sulawesi untuk bersama-sama melakukan pembenahan dan semakin memperkuat integritas organisasi ke depan,” tambahnya.

Melalui tindak lanjut Penjaminan Kualitas SPIP Terintegrasi ini, Karantina Regional Sulawesi berkomitmen menjadikan setiap hasil evaluasi sebagai pijakan untuk terus berbenah. Bukan semata mengejar capaian penilaian, tetapi memastikan SPIP hadir dalam setiap proses kerja dan menjadi bagian dari budaya organisasi guna mewujudkan tata kelola Badan Karantina Indonesia yang semakin efektif, akuntabel, dan berintegritas.

Bagikan Berita