Logo

Mengapa Kemampuan Identifikasi Burung Menjadi Kunci Perlindungan Satwa? Karantina Yogyakarta Kupas Tuntas Melalui In House Training

23 Juni 2026
7 dibaca
Mengapa Kemampuan Identifikasi Burung Menjadi Kunci Perlindungan Satwa? Karantina Yogyakarta Kupas Tuntas Melalui In House Training

Yogyakarta – Upaya perlindungan keanekaragaman hayati tidak hanya bergantung pada regulasi dan penegakan hukum, tetapi juga pada kemampuan sumber daya manusia dalam mengenali spesies secara tepat. Lalu, mengapa kemampuan identifikasi burung menjadi begitu penting dalam perlindungan satwa? Pertanyaan tersebut menjadi fokus utama dalam kegiatan In House Training “Tindakan Karantina dan Teknis Identifikasi Satwa Burung, Konservasi, dan Perlindungan Satwa” yang diselenggarakan oleh Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Daerah Istimewa Yogyakarta (Karantina Yogyakarta).

Kepala Karantina Yogyakarta Obing Hobir As’ari dalam sambutannya menyampaikan bahwa, dengan Tagline perlindungan maksimal, pelayanan optimal, maka perlu peningkatan pengetahuan dan kemampuan sumber daya manusia karantina. Sebagai bentuk pelaksanaan undang undang No 21 tahun 2019 bahwa tupoksi karantina selain mencegah masuk, keluar dan tersebarnya HPHK, HPIK dan OPTK, juga melakukan pengawasan dan perlindungan terhadap satwa langka dan satwa dilindungi.

Kegiatan ini menghadirkan Prof. Ir. Pramana Yuda, M.Si., Ph.D, sebagai narasumber. Dalam paparannya, beliau menjelaskan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan kekayaan jenis burung dan tingkat endemisitas yang tinggi, namun di sisi lain memiliki tingkat keterancaman yang juga tinggi. Saat ini, terdapat 557 jenis burung yang dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri, sehingga kemampuan identifikasi yang akurat menjadi bagian penting dalam mendukung upaya konservasi.

Pada sesi teknis, peserta mendapatkan pembekalan mengenai metode identifikasi burung yang meliputi pengamatan morfologi, karakter suara (song species recognition), hingga pendekatan molekuler. Berbagai karakter diagnostik seperti bentuk tubuh, paruh, sayap, ekor, kaki, ukuran, warna, jenis kelamin, dan umur menjadi parameter penting dalam menentukan spesies secara akurat.


“Mengenali spesies secara tepat bukan sekadar kemampuan teknis, tetapi menjadi garda terdepan dalam memastikan perlindungan dan keberlanjutan kekayaan hayati Indonesia.”

Bagikan Berita