Logo

Perkuat Biosekuriti, Karantina Jateng Sertifikasi Kapas Sebelum Berlabuh ke India

23 Juni 2026
4 dibaca
Perkuat Biosekuriti, Karantina Jateng Sertifikasi Kapas Sebelum Berlabuh ke India

Semarang - Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (Karantina) Jawa Tengah melakukan sertifikasi karantina tumbuhan dalam rangka memperkuat biosekuriti (keamanan hayati).

Sejumlah 17 ton kapas senilai hampir 450 juta rupiah diperiksa petugas karantina yang bertugas di Pelabuhan Tanjung Emas sebelum diekspor ke India, pada Sabtu (20/06). Serangkaian tindakan karantina tumbuhan dilakukan untuk meyakinkan kualitas, keamanan produk tembus ke Negeri Bollywood. Permintaan pasar secara rutin berkelanjutan menunjukkan kapas mampu berdaya saing di luar negeri.

Dalam siaran persnya, Kepala Karantina Jateng, Hari Yuwono Ady menyatakan bahwa produksi kapas tersebar di beberapa Kabupaten di Jawa Tengah untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri tekstil di pasar lokal hingga mancanegara. Kapas asal Jateng menjadi incaran karena jenis serat kapas termasuk kriteria panjang (staple length), kehalusan ideal, kekuatan benang maksimal dan kualitas premium. Hal ini menjadi peluang mengenalkan produk unggulan ke pangsa pasar dunia.

Sesuai arahan Kepala Barantin, Abdul Kadir Karding bahwa saat ini pasar internasional menuntut perubahan paradigma perdagangan, terutama pada aspek kualitas, keamanan, ketertelusuran dan kepercayaan. Biosekuriti menjadi hal utama dalam penerapan standar karantina dan meningkatkan kepercayaan pasar internasional terhadap komoditas unggulan diterima di pasar global.

SobatQ, ayo dukung akselerasi ekspor komoditas unggul Jawa Tengah dengan tetap memperhatikan keamanan sumber daya alam hayati.

#KarantinaJateng

#JagaNegeri

#FasilitasiPerdagangan

#PerlindunganMaksimal

#PelayananOptimal

Bagikan Berita