Logo

N. Prayatno Ginting Wakili Kepala Barantin Dorong Akselerasi Ekspor Kelapa dan Lada Hitam dari Sumsel

30 April 2026
55 dibaca
N. Prayatno Ginting Wakili Kepala Barantin Dorong Akselerasi Ekspor Kelapa dan Lada Hitam dari Sumsel

Kepala Balai Besar Karantina Sumatera Utara (Karantina Sumut), N. Prayatno Ginting, yang mewakili Kepala Badan Karantina Indonesia sekaligus Koordinator Karantina Regional Sumatera, menghadiri kegiatan pelepasan ekspor produk turunan kelapa dan lada hitam di Palembang, Selasa (28/4). Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Karantina menjadi langkah konkret dalam membangun ekosistem ekonomi daerah yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Ginting menyampaikan bahwa penguatan ekspor komoditas turunan kelapa merupakan strategi penting dalam meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk Indonesia di pasar global. Upaya ini juga menjadi bagian dari pengembangan ekonomi daerah yang terintegrasi, termasuk peningkatan kapasitas pelaku usaha, khususnya generasi muda, agar mampu menembus pasar internasional.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah komoditas unggulan berhasil diekspor melalui Pelabuhan Boom Baru Palembang, di antaranya coconut charcoal 46 ton dan coconut shell chips 50 ton tujuan Tiongkok, serta kerupuk mentah 21 ton dan lada hitam 500 kilogram tujuan Taiwan, dengan total nilai sekitar Rp1,6 miliar. Menurutnya, capaian ini mencerminkan potensi besar Sumatera Selatan dalam memperkuat perannya sebagai daerah penopang ekspor nasional berbasis komoditas unggulan.

Lebih lanjut, ia menekankan peran strategis Karantina dalam memastikan setiap komoditas memenuhi standar kesehatan, mutu, dan ketertelusuran sebagai syarat utama akses pasar internasional. Melalui pemeriksaan dan sertifikasi yang ketat, Karantina tidak hanya melindungi sumber daya hayati dari ancaman hama dan penyakit, tetapi juga menjaga kepercayaan negara tujuan serta berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.

Bagikan Berita