Logo

Serah Terima Kepala Barantin, Karding: Dari Penjaga Gerbang menjadi Alat Ekonomi dan Diplomasi

30 April 2026
201 dibaca
Serah Terima Kepala Barantin, Karding: Dari Penjaga Gerbang menjadi Alat Ekonomi dan Diplomasi

Kontributor

Jakarta – Badan Karantina Indonesia (Barantin) menyelenggarakan serah terima jabatan kepala badan dari Sahat Manaor Panggabean kepada Abdul Kadir Karding. Ia mengajak transformasi Barantin dari penjaga gerbang menjadi alat ekonomi dan diplomasi.

"Saya menyadari bahwa amanah dari Presiden kepada saya untuk memimpin Badan Karantina Indonesia merupakan tanggung jawab yang besar dan tidak ringan. Amanah ini adalah tanggung jawab menjaga gerbang Indonesia dari masuknya hama penyakit hewan, ikan, dan tumbuhan. Memastikan keamanan hayati nasional tetap terjaga dan mendukung ketahanan pangan serta kesehatan masyarakat," ujar Abdul Kadir Karding dalam sambutannya di Auditorium Tagor Sutan Harahap BUTTMKHIT, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (29/4) sore.

Karding lebih lanjut mengatakan prinsipnya jangan sampai upaya pengamanan ini justru menghambat arus ekspor dan impor. Barantin hadir untuk menjaga keseimbangan antara pelindungan dan kelancaran ekonomi.

"Kita memang harus ketat dalam pengawasan hama penyakit tetapi jangan dibuat lama, sehingga dapat mengganggu perekonomian kita. Ini perintah Presiden Prabowo Subianto untuk mengakselerasi. Segera saya akan bersinergi dengan kementerian lembaga terkait, seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Imipas (Imigrasi dan Pemasyarakatan), Badan Halal, dan Bea Cukai," ungkapnya.

Amanat kepada jajarannya, Karding berharap dapat terus menjaga integritas, meningkatkan profesionalisme, serta mengembangkan inovasi dalam pelaksanaan tugas dan fungsi perkarantinaan. “Saya mengajak seluruh jajaran untuk bersama-sama menjaga integritas, bekerja profesional, efisien, dan mewujudkan budaya kerja yang baik,” harap Karding.

Ia menyampaikan dalam menguatkan Barantin melalui program jangka pendek dan menengah. Dalam program jangka pendek meliputi penguatan tata kelola dan komunikasi, kemudahan layanan dan diplomasi proaktif. Program jangka menengah meliputi membangun kepercayaan global dan duduk setara di meja dunia.

Karding juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih setinggi-tingginya kepada Kepala Barantin periode sebelumnya, Sahat Manaor Panggabean, atas dedikasi, pengabdian, dan kontribusi yang telah diberikan. Banyak capaian dan kemajuan yang telah diraih selama memimpin.

“Selama kepemimpinan beliau, Barantin berhasil meraih beberapa capaian dan kemajuan. Ini menjadi fondasi yang kuat bagi kami untuk melanjutkan dan mengembangkan program serta kebijakan yang telah berjalan dengan baik,” kata Karding.

Ia bersiap untuk melanjutkan tongkat komando dari pemimpin sebelumnya, sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan hayati nasional, Barantin memiliki mandat strategis sesuai Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan. Keberadaan Barantin krusial untuk mencegah ancaman biologis sekaligus menjamin daya saing produk Indonesia di pasar internasional.

Layanan Berjalan Normal

“Pergantian kepemimpinan ini merupakan hal yang wajar dalam dinamika organisasi pemerintahan. Barantin memastikan seluruh layanan karantina kepada masyarakat, eksportir, importir, dan pelaku usaha tetap berjalan normal, profesional, dan tidak terganggu selama masa transisi,” ujarnya.

Shahandra berharap pemimpin berikutnya dapat melanjutkan dan mempercepat program-program unggulan Barantin. Fokus utama ke depan antara lain penguatan digitalisasi, perluasan laboratorium rujukan internasional, pengetatan pengawasan di perbatasan negara, serta pendampingan ekspor produk pertanian dan perikanan Indonesia ke pasar global.

“Seluruh jajaran pegawai Barantin di pusat dan unit pelaksana teknis (UPT) di seluruh Indonesia menyatakan siap mendukung penuh kepemimpinan Abdul Kadir Karding. Konsolidasi internal akan segera dilakukan untuk memastikan akselerasi program kerja 100 hari dan kesinambungan pelayanan publik,” imbuh Shahandra.

Karding mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari kementerian/lembaga, pemerintah daerah, asosiasi pelaku usaha, hingga masyarakat, untuk terus bersinergi menjaga Indonesia dari ancaman hama penyakit serta mendorong ekspor komoditas unggulan.

“Melalui semangat kebersamaan dan komitmen kuat, saya yakin Badan Karantina Indonesia akan semakin Kompeten, Unggul, Amanah, dan Tangguh (KUAT). Mohon dukungan dan kerja sama dari seluruh jajaran agar amanah ini dapat saya jalankan dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.

Pelantikan Abdul Kadir Karding sebagai Kepala Barantin oleh Presiden Prabowo Subianto dengan Keputusan Presiden Nomor 50/TPA Tahun 2026 bersamaan dengan beberapa pejabat negara/pemerintah lain, yakni Mohammad Jumhur Hidayat Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq, Dudung Abdurachman Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, dan Hasan Hasbi Penasehat Presiden Bidang Komunikasi.

Abdul Kadir Karding sebelumnya menjabat sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. Penyegaran organisasi ini untuk mengoptimalkan capaian program prioritas nasional, khususnya di sektor ketahanan pangan, hilirisasi komoditas, dan pelindungan sumber daya hayati Indonesia.

Narahubung:
Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Utama Badan Karantina Indonesia

Siaran Pers Badan Karantina Indonesia

Nomor: 3404/R-Barantin/04.2026
Jakarta, 29 April 2026

Bagikan Berita