Logo

Perkuat Kompetensi Laboratorium, Karantina DKI Jakarta Jajaki Kolaborasi Riset Veteriner dengan BRIN

28 Oktober 2026
14 dibaca
Perkuat Kompetensi Laboratorium, Karantina DKI Jakarta Jajaki Kolaborasi Riset Veteriner dengan BRIN

Kontributor

BOGOR – Dalam upaya meningkatkan kompetensi personel dan menjamin mutu hasil pengujian laboratorium, Karantina DKI Jakarta melaksanakan kunjungan laboratorium dan audiensi ke Laboratorium Riset Veteriner, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Dr. (H.C.) Ir. H. Soekarno, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas sumber daya manusia, memperluas wawasan keilmuan di bidang pengujian dan diagnosis veteriner, serta meningkatkan pemahaman terhadap metode pengujian laboratorium yang akurat dan andal dalam mendukung pelaksanaan tindakan karantina. Kunjungan ini juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat jejaring laboratorium dan membuka peluang kolaborasi dengan lembaga riset nasional guna mendukung pengembangan metode pengujian berbasis sains.

Dalam sesi audiensi, kedua pihak berdiskusi mengenai berbagai aspek teknis pengujian laboratorium, termasuk kendala yang kerap dihadapi dalam proses pengujian, interpretasi hasil, serta faktor-faktor yang memengaruhi akurasi pemeriksaan. Pembahasan mencakup konsep true positive, true negative, false positive, dan false negative, termasuk kemungkinan terjadinya hasil negatif palsu akibat keberadaan inhibitor yang mengganggu proses pengujian berbasis Polymerase Chain Reaction (PCR).

Diskusi tersebut menekankan pentingnya penguatan sistem jaminan mutu laboratorium melalui evaluasi proses pengujian, identifikasi sumber ketidaksesuaian hasil, serta penerapan pengendalian mutu yang tepat. Dengan demikian, hasil pengujian diharapkan memiliki tingkat keandalan yang memadai dan dapat menjadi dasar ilmiah dalam mendukung pengambilan keputusan tindakan karantina.

Selain itu, penguatan jejaring laboratorium diarahkan untuk mendorong pertukaran pengetahuan, berbagi pengalaman teknis, serta pemanfaatan acuan dan referensi ilmiah nasional maupun internasional yang relevan. Kolaborasi ini diharapkan mendukung pengembangan dan penerapan metode pengujian yang telah diverifikasi dan tervalidasi sesuai tujuan penggunaannya, sehingga kinerja metode, keakuratan hasil, dan ketertelusuran proses pengujian dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Selain aspek teknis laboratorium, pembahasan juga mencakup proses bisnis Karantina DKI Jakarta dalam pelaksanaan tindakan karantina di tempat pemasukan atau border. Proses tersebut meliputi pemeriksaan fisik media pembawa, metode pengambilan sampel, pengiriman sampel untuk pengujian, hingga pelaksanaan pengujian di laboratorium. Keseluruhan tahapan ini menjadi bagian penting dalam memastikan tindakan karantina dilaksanakan secara sistematis, berbasis risiko, dan didukung hasil pengujian yang dapat dipertanggungjawabkan.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Laboratorium Genomik BRIN. Fasilitas ini merupakan bagian dari infrastruktur riset terintegrasi di KST Soekarno yang mendukung kegiatan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan, serta terhubung dengan berbagai pusat riset, di antaranya Pusat Riset Biomaterial, Pusat Riset Bioteknologi, Pusat Riset Biologi, dan Pusat Riset Biomolekuler Eijkman.

Karantina DKI Jakarta juga mengunjungi Laboratorium Biosafety Level 3 (BSL-3) milik BRIN yang pada saat kunjungan berlangsung sedang dalam proses sertifikasi. Kunjungan ini memberikan kesempatan bagi personel untuk menambah wawasan mengenai fasilitas laboratorium dengan tingkat pengamanan hayati tinggi yang digunakan untuk penanganan dan penelitian agen biologis tertentu sesuai persyaratan keselamatan dan keamanan hayati.

Sebagai bagian dari rangkaian kunjungan, tim turut mengunjungi Animalium BRIN, pusat riset, edukasi, dan eduwisata satwa yang dikelola BRIN. Kunjungan tersebut memperluas pemahaman mengenai dukungan fasilitas riset dan edukasi dalam pengembangan pengetahuan di bidang biologi dan kesehatan hewan.

Melalui kegiatan ini, Karantina DKI Jakarta diharapkan dapat meningkatkan kompetensi personel, memperkuat jaminan mutu hasil pengujian, serta mengoptimalkan pelaksanaan tindakan karantina hewan melalui penerapan metode pengujian yang andal dan berbasis bukti ilmiah.

Penguatan jejaring laboratorium dengan lembaga riset nasional juga menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengujian yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pemanfaatan acuan ilmiah nasional dan internasional, disertai pengembangan metode yang terverifikasi dan tervalidasi, diharapkan dapat meningkatkan konsistensi hasil pengujian sekaligus memperkuat kemampuan deteksi dan diagnosis penyakit hewan.

Dengan kompetensi personel yang semakin baik, jejaring laboratorium yang semakin kuat, serta hasil pengujian yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan, Karantina DKI Jakarta terus berupaya mendukung perlindungan sumber daya hayati Indonesia dan mewujudkan penyelenggaraan karantina yang profesional, berbasis sains, serta berorientasi pada peningkatan mutu pelayanan.

Bagikan Berita