Logo

Perkuat Sinergi, Karantina Papua Selatan Supervisi Tindakan Karantina di TSE Group

23 April 2026
51 dibaca
Perkuat Sinergi, Karantina Papua Selatan Supervisi Tindakan Karantina di TSE Group

Boven Digoel – Badan Karantina Indonesia melalui Karantina Papua Selatan melaksanakan kunjungan kerja ke TSE Group yang berlokasi di Distrik Asiki, Kabupaten Boven Digoel, Kamis (23/04). Kunjungan ini dilakukan dalam rangka supervisi dan monitoring pelaksanaan tindakan karantina pada unit usaha yang berada di bawah naungan grup perusahaan tersebut.

TSE Group menaungi beberapa perusahaan besar, di antaranya PT Papua Agrolestari, PT Berkat Citra Abadi, PT Tunas Sarwa Erma, dan PT Dongin Prabawa. Dalam kegiatan tersebut, manajemen TSE Group yang diwakili oleh Bapak Chandra menyampaikan apresiasi atas dukungan Karantina Papua Selatan selama ini, terutama dalam pengawalan pencegahan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) di lapangan.

Kepala Karantina Papua Selatan, Irsan Nuhantoro, menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi momentum penting untuk mempererat kolaborasi antara otoritas karantina dan pelaku usaha. Menurutnya, kerja sama yang solid sangat dibutuhkan untuk menjaga keberlangsungan industri perkebunan di wilayah perbatasan.

“Sinergi ini diharapkan mampu mendukung perusahaan dalam mencegah masuk dan tersebarnya OPTK yang berpotensi mengganggu produktivitas tanaman kelapa sawit,” ujar Irsan.

Irsan juga memberikan peringatan khusus mengenai ancaman penyakit Lethal Yellowing yang telah ditemukan di negara tetangga, Papua Nugini. Penyakit ini diketahui dapat menurunkan produktivitas kelapa sawit secara drastis jika masuk ke wilayah Indonesia.

“Karena itu, penggunaan bibit kelapa sawit yang telah tersertifikasi kesehatannya menjadi langkah preventif utama yang harus dipatuhi oleh perusahaan,” tegasnya.

Selain melakukan koordinasi di ruang pertemuan, tim Karantina Papua Selatan didampingi manajemen TSE Group melakukan monitoring langsung ke fasilitas gudang kernel dan Bungkil Inti Sawit (BIS). Dalam peninjauan tersebut, Irsan menyoroti potensi besar limbah pengolahan sawit sebagai komoditas ekspor.

Menurutnya, Bungkil Inti Sawit (BIS) memiliki peluang besar untuk menembus pasar internasional, terutama ke Selandia Baru sebagai bahan campuran pakan ternak. Karantina Papua Selatan menyatakan kesiapannya untuk memberikan pendampingan teknis dan fasilitas sertifikasi.

“Kami berkomitmen untuk memfasilitasi TSE Group dalam memenuhi persyaratan karantina internasional guna menangkap peluang ekspor tersebut, sehingga produk turunan sawit dari Papua Selatan dapat bersaing di pasar global,” pungkas Irsan.

Bagikan Berita