Cilacap (20/06) – Udang merupakan salah satu jenis produk perikanan yang digemari masyarakat, dimana Jepang dikenal negara dengan konsumsi seafood tertinggi di dunia. Permintaan pasar semakin meningkat didorong oleh budaya kuliner Jepang seperti sushi dan sashimi yang mengandalkan udang sebagai sajian utama.
Budidaya udang semakin marak di masyarakat karena siklus hidup udang tumbuh cepat, masa budidaya sekitar 100 hari, nilai konversi pakan rendah, beradaptasi di lingkungan suhu rendah, bernutrisi dan nilai jual tinggi. Keberlimpahan hasil budidaya akan berdampak positif dalam distribusi pemasaran.
Lebih lanjut, Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (Karantina) Jawa Tengah menjelaskan bahwa udang lebih banyak digemari dan menjadi andalan sajian seafood di berbagai restoran luar negeri. Menurut data Best Trust diketahui potensi ekspor udang semakin meroket seiring permintaan negara Jepang secara rutin. Karantina sebagai fasilitator perdagangan terus mendampingi kegiatan ekspor, menerbitkan sertifikat kesehatan, mempercepat layanan dengan sistem digitalisasi.
Petugas karantina yang bertugas di Satuan Pelayanan Pelabuhan Tanjung Intan melakukan sertifikasi terhadap 14,7 ton udang vaname beku, frozen cultivate shrimps (Litopenaeus vannamei) dan 852 kilogram udang krosok beku, frozen natural shrimps (Parapenaeopsis sculptilis) total senilai 3 miliar rupiah. Setelah dinyatakan memenuhi mutu dan kelayakan produk, bebas hama penyakit yang mencurigakan maka udang beku siap berlabuh ke Negeri Sakura.
#KarantinaJateng
#JagaNegeri
#FasilitasiPerdagangan
#PerlindunganMaksimal
#PelayananOptimal




