Makassar – Rusia menjadi negara tujuan ekspor 20 ton udang vaname asal Sulawesi Selatan. Sebelum diberangkatkan, Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Selatan (Karantina Sulawesi Selatan) melakukan pemeriksaan dan pengawasan untuk memastikan komoditas tersebut memenuhi persyaratan karantina dan negara tujuan.
Produk yang diekspor berupa Frozen Cooked Peeled Deveined Vannamei Shrimp (Litopenaeus vannamei). Pengawasan dilakukan pada proses stuffing atau pemuatan produk ke dalam kontainer sebelum diberangkatkan menuju Rusia.
Dalam proses tersebut, petugas karantina memastikan kesesuaian jumlah dan kondisi produk, kelayakan kontainer pendingin (reefer container), serta pemenuhan persyaratan sanitasi dan biosekuriti. Langkah ini menjadi bagian penting dalam memberikan jaminan kesehatan terhadap komoditas perikanan yang akan memasuki pasar internasional.
Kepala Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah, mengatakan setiap komoditas perikanan yang akan diekspor harus dipastikan memenuhi persyaratan yang berlaku sebelum diberangkatkan ke negara tujuan.
“Udang vaname merupakan salah satu komoditas perikanan unggulan yang memiliki potensi besar di pasar ekspor. Karena itu, pemeriksaan dan pengawasan harus dilakukan secara cermat untuk memastikan komoditas yang dikirim memenuhi persyaratan karantina maupun ketentuan negara tujuan,” Sitti Chadidjah
Melalui pengawasan pada setiap tahapan layanan, Karantina Sulawesi Selatan terus berkomitmen memberikan jaminan kesehatan terhadap komoditas yang dilalulintaskan sekaligus menjaga kepercayaan pasar internasional terhadap produk perikanan Indonesia dan mendukung kelancaran ekspor.



