Logo

Tantangan Ekspor Produk Hewan, Tembus Pasar Global

21 Oktober 2026
50 dibaca
Tantangan Ekspor Produk Hewan, Tembus Pasar Global

Kontributor

Qory FK
Penulis
Qory FK
Qory FK
Editor
Qory FK
Qory FK
Fotografer
Qory FK

Jakarta - Badan Karantina Indonesia (Barantin) memiliki peran yang sangat strategis sebagai garda terdepan dalam melindungi kesehatan hewan, memastikan keamanan produk, dan meningkatkan akses pasar global. Deputi Bidang Karantina Hewan, Sriyanto menekankan bahwa peran navigasi karantina sangat penting untuk menjamin keamanan, kesehatan, mutu, dan daya saing produk hewan Indonesia di kancah internasional. Hal tersebut disampaikan pada kegiatan forum bisnis pada gelaran pameran Trade Expo Indonesia Th 2026 (17/10) lalu.

"Selain menjalankan fungsi pelindungan yaitu pencegahan risiko penyebaran penyakit, Barantin juga memiliki fungsi ekonomi dalam hal ini memberikan fasilitasi perdagangan ekspor," ungkap Sriyanto.

Dalam memfasilitasi ekspor, Barantin melakukan penjaminan keamanan terhadap produk yang diekspor, termasuk pemenuhan persyaratan Sanitary and Phytosanitary (SPS) negara tujuan. Melakukan pendampingan, bimbingan teknis, termasuk sertifikasi karantina.

"Sertifikat karantina, bukan hanya secarik kertas, namun merupakan jaminan negara terhadap komoditas yang diekspor," jelasnya.

Dalam kegiatan forum bisnis yang mengangkat tema Unlocking Global Market : Dukungan Karantina untuk Ekspor Produk Hewan Indonesia, Sriyanto menjelaskan bahwa upaya pemenuhan standar dan negosiasi teknis tersebut telah membuahkan hasil nyata dalam memperluas diversifikasi komoditas ekspor andalan Indonesia.

Direktur Tindakan Karantina Hewan, Cicik Sri Sukarsih yang juga hadir dalam kegiatan tersebut menjelaskan beberapa contoh keberhasilan akses pasar produk hewan Indonesia di antaranya adalah ekspor sarang burung walet ke Tiongkok, produk olahan unggas ke Singapura, Malaysia, dan Vietnam. Seluruh produk yang diekspor telah melalui tahapan sertifikasi kesehatan yang ketat—mulai dari verifikasi dokumen, uji laboratorium terakreditasi, hingga pelepasan komoditas—guna memberikan jaminan kualitas dan kepastian keamanan bagi negara tujuan.

Tantangan yang perlu diperhatikan saat ini menurutnya adalah memastikan keberlanjutan ekspor, serta menjamin ketertelusuran yang diminta oleh negara tujuan.

Upaya tersebut dapat dilakukan melalui komitmen serta sinergi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya. Barantin terus memperkuat kolaborasi strategis dengan berbagai Kementerian/Lembaga terkait, membangun kemitraan dengan otoritas global, serta memberdayakan para pelaku usaha dan eksportir.

"Melalui kesempatan ini, kita saling berbagi dan bersinergi, silahkan kita terbuka dan tidak berhenti di forum ini," pungkas Sriyanto.

Bagikan Berita