Logo

Daun Ketapang Babel Tembus Amerika hingga Jepang, Barantin Perkuat Pendampingan UMKM

15 Juli 2026
127 dibaca
Daun Ketapang Babel Tembus Amerika hingga Jepang, Barantin Perkuat Pendampingan UMKM

Pangkalpinang - Badan Karantina Indonesia (Barantin) terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menembus pasar internasional melalui pendampingan pemenuhan persyaratan ekspor. 

 

Upaya tersebut dilakukan melalui penyelenggaraan Web Series Go Ekspor Barantin #1 bertajuk 'Kupas Tuntas: Daun Ketapang Babel Terbang ke Mancanegara,' yang digelar Rabu, (15/7). 

 

Kegiatan yang digelar secara daring itu diikuti pelaku UMKM dari berbagai daerah di Indonesia. 

 

Barantin menghadirkan Atase Perdagangan RI di Jepang, Merey Astrid Indriasari, serta pelaku UMKM sekaligus eksportir daun ketapang asal Bangka Belitung, Lukman Nuhung, sebagai narasumber.

 

Sekretaris Utama Barantin Shahandra Hanitiyo mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Barantin mendampingi UMKM agar mampu memenuhi persyaratan ekspor sekaligus memperluas akses pasar internasional melalui layanan karantina yang cepat, mudah, dan terpercaya.

 

"Kami ingin semakin banyak UMKM memahami bahwa peluang ekspor terbuka luas selama persyaratan negara tujuan dapat dipenuhi. Karantina hadir sebagai mitra UMKM dalam memenuhi persyaratan tersebut," kata Shahandra membuka kegiatan. 

 

Kepala Karantina Kepulauan Bangka Belitung Herwintarti menambahkan, daun ketapang merupakan salah satu komoditas unggulan daerah yang memiliki prospek ekspor menjanjikan. 

 

Komoditas tersebut telah dipasarkan ke sejumlah negara, seperti Amerika Serikat, Jepang, Inggris, dan Jerman.

 

Berdasarkan data Best Trust, sepanjang 2025 UMKM binaan Karantina Babel mengekspor 665,14 kilogram daun ketapang ke Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman. Adapun pada semester I 2026, realisasi ekspor telah mencapai 553,06 kilogram.

 

Selain daun ketapang, sejumlah UMKM di Bangka Belitung juga mulai mengembangkan ekspor komoditas pertanian kering lainnya sebagai bagian dari diversifikasi produk berbasis potensi lokal.

 

Data Karantina Babel menunjukkan, ekspor daun manggis kering mencapai 4.471 kilogram, sedangkan ekspor daun bambu kering ke Inggris tercatat sebanyak 122 kilogram.

 

Pelaku UMKM sekaligus eksportir Lukman Nuhung menambahkan, daun ketapang diekspor dalam bentuk kering dengan ukuran yang disesuaikan kebutuhan pembeli. 

 

Di pasar internasional, produk tersebut dimanfaatkan sebagai kondisioner air alami untuk akuarium, terutama bagi ikan hias seperti cupang, guppy, dan channa.

 

"Kandungan tanin pada daun ketapang membantu menstabilkan pH air, mempercepat penyembuhan luka pada ikan, serta memiliki sifat antibakteri dan antijamur," ujar Lukman.

 

Penyelenggaraan Web Series Go Ekspor Barantin diharapkan dapat meningkatkan pemahaman pelaku UMKM mengenai peluang pasar internasional, pemenuhan persyaratan karantina, ketertelusuran produk, serta pentingnya jaminan kesehatan komoditas.

 

"Barantin akan terus hadir mendampingi pelaku UMKM melalui layanan karantina yang cepat, mudah, dan terpercaya agar semakin banyak produk unggulan daerah yang mampu menembus pasar ekspor," tutup Shahandra.

 

Narahubung:

Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat

Sekretariat Utama Badan Karantina Indonesia

Siaran Pers

Badan Karantina Indonesia

Nomor: 1607/R-Barantin/07.2026 

Pangkalpinang, 15 Juli 2026

 

Bagikan Berita