Sidoarjo (20/8) – Laboratorium Karantina Ikan Jawa Timur melakukan upgrade teknologi pengujian molekuler untuk mengakomodir tingginya frekuensi pengujian.
Dengan hadirnya Rotor-Gene qPCR 5 Plex ini, 5 gen penyebab penyakit ikan yang berbeda dapat dideteksi secara simultan dalam satu tube dan satu kali running, sehingga waktu pengujian akan lebih cepat.
Di tempat terpisah, Pelaksana Tugas Kepala Karantina Jawa Timur, Hudiansyah Is Nursal, menyampaikan bahwa laboratorium memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan tindakan karantina, khususnya dalam memastikan status kesehatan komoditas ikan melalui pengujian yang akurat. "Hasil pengujian laboratorium menjadi salah satu dasar utama dalam menentukan tindakan karantina di lapangan. Oleh karena itu, kami terus berupaya meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan pengujian."
Upaya penguatan fasilitas laboratorium ini menjadi bagian dari komitmen Karantina Jawa Timur dalam mendukung pencegahan dan pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Karantina (HPIK), sekaligus meningkatkan jaminan mutu produk perikanan.



