Makassar – Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Besar Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Sulawesi Selatan (Karantina Sulawesi Selatan) melakukan sosialisasi alur layanan sertifikasi karantina pada pengguna jasa Pelabuhan Laut Soekarno Hatta Makassar di Kantor Karantina Sulawesi Selatan pada hari ini, Kamis (11/6). Selain sebagai media sosialisasi, kegiatan tersebut juga sekaligus menjadi wadah koordinasi dalam menjaga kelancaran arus barang, mendukung rantai pasok nasional, sekaligus memperkuat pengawasan terhadap lalu lintas komoditas yang berpotensi membawa hama dan penyakit.
“Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar merupakan salah satu simpul logistik strategis di Indonesia Timur. Karena itu, diperlukan dukungan bersama, partisipasi masyarakat, serta koordinasi yang kuat para pemangku kepentingan agar pelayanan berjalan optimal, lalu lintas komoditas tetap lancar, tanpa mengabaikan upaya pelindungan sumber daya hayati kita,” ungkap Sitti Chadidjah, Kepala Karantina Sulawesi Selatan saat memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut.
Chadidjah menegaskan bahwa tantangan sektor logistik dan perdagangan saat ini semakin kompleks seiring meningkatnya mobilitas manusia dan komoditas antarwilayah maupun antarnegara, sehingga dibutuhkan sinergi yang kuat antarinstansi, serta pasrtisipasi aktif masyarakat. Menurutnya, dengan kelancaran pelayanan logistik serta terjaganya biosekuriti dapat turut meningkatkan daya saing perdagangan dan investasi khususnya di Sulawesi Selatan.
Menurutnya, dari data BEST TRUST Barantin dari Januari hingga Mei, tercatat bahwa Karantina Sulsel telah melakukan sertifikasi karantina sebanyak 72.044 kali, yang terdiri dari 6.060 sertifikat ekspor, 326 sertifikat impor, 32.899 sertifikat domestik keluar, dan 32.759 sertifikat domestik masuk, dengan nilai ekspor hingga triwulan pertama mencapai lebih dari Rp2,1 triliun (berdasarkan nilai deklarasi yang disampaikan eksportir).
Pada kegiatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan berita acara Penyusunan Standar Pelayanan Karantina Sulawesi Selatan untuk Layanan Sertifikasi Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan bersama pelaku usaha dan pihak terkait serta sosialisasi pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Chadidjah mengajak seluruh pelaku usaha dan stakeholder yang hadir dan beraktivitas di lingkungan Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Data yang akurat menurutnya dapat membantu pemerintah dalam menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran, termasuk dalam pengembangan sektor logistik, perdagangan, investasi, dan pelayanan publik.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan,Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Makassar, PT Pelindo Regional 4 Makassar, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Makassar, General Manager Logistik Regional 4 PT Multi Terminal Indonesia, PT PELNI Cabang Makassar, Kapolres Pelabuhan Makassar, Kapolsek Soekarno Hatta Makassar, Gabungan Pengusaha Ekspor DPD Sulawesi Selatan dan Barat, ALFI/ILFA DPW Sulawesi Selatan dan Barat, DPC INSA Makassar, serta para pimpinan pengguna jasa mitra Karantina.
Melalui kegiatan tersebut, Chadidjah berharap terbangun komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepelabuhanan, memperkuat pengawasan lalu lintas komoditas, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan. Kolaborasi yang kuat dengan pelakunusaha serta antarpemangku kepentingan diyakini akan menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem logistik yang modern, aman, efisien, dan berdaya saing.
Narahubung:
Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Utama Badan Karantina Indonesia
Siaran Pers Badan Karantina Indonesia
Nomor: 0606/R-Barantin/06.2026
Makassar, 11 Juni 2026




