JAKARTA - Karantina DKI Jakarta menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Manual Indikator Kinerja Utama (IKU) secara daring pada Kamis, 23 April 2026. Forum strategis ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas perencanaan, pengukuran, serta pelaporan kinerja di wilayah koordinasi regional Jawa. Dengan mengoptimalkan pemanfaatan IKU sebagai alat monitoring dan evaluasi, organisasi dapat memastikan setiap tugas fungsi berjalan sesuai standar yang ditetapkan guna menjaga keberlanjutan sumber daya alam hayati di tanah air.
Kegiatan yang dipusatkan di kantor Karantina DKI Jakarta ini melibatkan berbagai pimpinan Balai Karantina di wilayah Jawa, termasuk Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, dan Jawa Timur. Selain itu, para Petugas Karantina dari berbagai tim kerja seperti karantina hewan, ikan, dan tumbuhan turut hadir untuk menyelaraskan persepsi mengenai target kinerja instansi. Sinergi lintas wilayah ini dinilai sangat krusial agar standar pelayanan dan pengawasan karantina di berbagai pintu masuk negara memiliki akurasi yang seragam.
|
|
|
Kepala Karantina DKI Jakarta, Amir Hasanuddin, menegaskan bahwa penerapan manual IKU yang tepat merupakan fondasi bagi penguatan tata kelola instansi yang bersih dan melayani. "Melalui indikator kinerja yang terukur, kami tidak hanya mempertanggungjawabkan pekerjaan kepada negara, tetapi juga memberikan kepastian layanan yang lebih baik kepada masyarakat," ungkap Amir. Beliau menambahkan bahwa transparansi hasil kinerja ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan serta partisipasi publik terhadap upaya perlindungan kekayaan hayati nasional yang dilakukan oleh Barantin.
Penguatan sistem manajemen kinerja ini pada akhirnya akan berdampak nyata pada efektivitas perlindungan sumber daya alam hayati yang menjadi tugas pokok Badan Karantina Indonesia. Karantina DKI Jakarta terus mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mendukung tugas karantina dengan melaporkan setiap lalu lintas komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan secara jujur. Kesadaran publik dalam mematuhi prosedur karantina, didukung oleh kinerja organisasi yang akuntabel, akan menjadi benteng pertahanan utama bagi kelestarian hayati dan kedaulatan pangan Nusantara di masa depan.






