Logo

Karantina Perkuat Digitalisasi, Cegah Korupsi

27 Oktober 2026
34 dibaca
Karantina Perkuat Digitalisasi, Cegah Korupsi

Kontributor

Karantina Perkuat Digitalisasi, Cegah Korupsi

Jakarta – Balai Besar Karantina DKI Jakarta menggelar kegiatan Coffee Morning: Pemutakhiran Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) di Kantor Induk, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (27/10). Pertemuan ini menjadi forum koordinasi untuk mengevaluasi perkembangan pelaksanaan Stranas PK sekaligus merumuskan langkah strategis penguatan otomasi layanan dan digitalisasi tata kelola. Upaya tersebut diarahkan untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta mendukung kelancaran arus barang di Pelabuhan Tanjung Priok.

Sebagai salah satu gerbang utama perdagangan internasional, Pelabuhan Tanjung Priok membutuhkan pelayanan yang terintegrasi, efisien, dan transparan tanpa mengurangi efektivitas pengawasan terhadap komoditas impor maupun ekspor. Kepala Balai Besar Karantina DKI Jakarta sekaligus Koordinator Wilayah Regional Jawa, Arum Kusnila Dewi, menekankan pentingnya keselarasan implementasi layanan digital antar unit pelaksana teknis dan instansi terkait.

“Sebagai Koordinator Wilayah Regional Jawa, kami mendorong penguatan sinergi dan keseragaman penerapan digitalisasi layanan karantina. Transformasi ini bukan sekadar mempercepat proses pelayanan, tetapi juga memastikan setiap tahapan berjalan transparan, akuntabel, dan dapat ditelusuri. Dengan sistem yang semakin terintegrasi, pengawasan karantina tetap optimal sekaligus mendukung kelancaran arus logistik nasional,” ujar Arum.

Penguatan digitalisasi tersebut turut didukung melalui pengembangan Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology (Best Trust) yang dikelola oleh Pusat Data dan Sistem Informasi (PDSI) Badan Karantina Indonesia. Sistem ini menjadi bagian dari transformasi pelayanan untuk mendukung integrasi proses bisnis, kemudahan pengajuan layanan, dan ketertelusuran data perkarantinaan.

Kepala PDSI Barantin, Ichwandi menjelaskan, “Best Trust terus dikembangkan untuk menghadirkan sistem pelayanan karantina yang semakin terintegrasi, transparan, dan mudah diakses oleh pengguna jasa. Melalui otomasi proses bisnis dan penguatan integrasi data, kami berupaya meminimalkan proses administrasi berulang, meningkatkan ketertelusuran layanan, serta mendukung pencegahan praktik korupsi melalui sistem yang lebih akuntabel.”

Melalui forum ini, Balai Besar Karantina DKI Jakarta mendorong penguatan koordinasi, evaluasi implementasi sistem, serta penyusunan tindak lanjut dalam mendukung keberhasilan Stranas PK. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat peran Karantina sebagai penjaga gerbang Indonesia melalui pengawasan ketat terhadap komoditas impor, pemenuhan persyaratan negara tujuan untuk ekspor, serta fasilitasi perdagangan yang efisien. Transformasi digital yang berkelanjutan menjadi bagian dari komitmen perlindungan sumber daya hayati Indonesia sekaligus mewujudkan pelayanan publik yang berintegritas menuju Indonesia Emas 2045.

#KarantinaUntukIndonesia #PenjagaGerbang #IndonesiaEmas2045 #KarantinaJakarta #LaporKarantina #PastiMudah #PelindunganMaksimalPelayananOptimal

Bagikan Berita