JAYAPURA – Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina) Papua terus berkomitmen memperkuat sinergi antarinstansi guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Langkah nyata ini diwujudkan melalui pertemuan koordinasi antara Karantina Papua dengan Balai Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP) Jayapura, bertempat di Kantor BPPMHKP, Sentani, Selasa (30/6/2026).

Pertemuan strategis ini dihadiri langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Karantina Papua, Krisna Dwiharniati, dan disambut hangat oleh Kepala BPPMHKP Jayapura, Ridwan. Agenda utama diskusi berfokus pada langkah-langkah akselerasi ekspor komoditas asal Papua serta pemetaan sekaligus penyelesaian berbagai hambatan logistik maupun regulasi yang selama ini dihadapi oleh para pelaku usaha.
"Akselerasi ekspor dari bumi Papua harus diwujudkan bersama-sama. Kehadiran Karantina Papua, sesuai amanat UU No. 21 Tahun 2019, adalah memastikan seluruh komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan yang keluar-masuk terlindungi dari ancaman hama penyakit, sekaligus memfasilitasi lalu lintas barang berjalan secara efisien. Melalui koordinasi ini, kami ingin memastikan hambatan teknis di lapangan dapat dipangkas, sehingga komoditas unggulan Papua memiliki daya saing yang tinggi di pasar internasional." ujar Krisna.
Senada dengan hal tersebut, Kepala BPPMHKP Jayapura, Ridwan, menyambut baik kolaborasi intensif ini. Menurutnya, pengawasan mutu dan penjaminan kesehatan komoditas perikanan merupakan dua hal yang saling bertalian erat.
"Kami di BPPMHKP fokus pada pengendalian dan pengawasan mutu hasil kelautan agar memenuhi standar kualitas pasar global. Sinergi dengan Karantina Papua adalah kunci. Jika dari sisi mutu sudah terjaga dan dari sisi karantina kesehatan komoditasnya terjamin, maka produk perikanan dan kelautan dari Papua akan melaju mulus di pasar dunia tanpa hambatan rejection (penolakan) di negara tujuan," ungkap Ridwan.
Sebagai garda terdepan biosekuriti dan penjamin mutu di Papua, sinergi ini diharapkan mampu memotong birokrasi yang berbelit, mempercepat dwelling time, dan me



